bernasnews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (STAMET YIA) mengingatkan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tetap waspada pada Minggu, 6 Juli 2025. BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat berpotensi turun di beberapa wilayah Yogyakarta hari ini.
Cuaca pada pagi hari cenderung cerah berawan. Matahari muncul di balik awan tipis, masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman sejak pukul 07.00 WIB.
Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
Petugas prakiraan cuaca menyebut bahwa hujan ringan juga berpotensi turun di Kota Yogyakarta, Bantul bagian Utara, serta Gunungkidul bagian Tengah pada waktu yang sama.
Hujan yang turun hari ini dapat beserta kilat atau petir dan angin kencang. Warga yang beraktivitas di luar ruangan perlu mempersiapkan diri.
Saat malam tiba, BMKG memprediksi cuaca di seluruh wilayah Yogyakarta akan berawan. Namun, masyarakat yang berada di Kulon Progo bagian Selatan dan Bantul bagian Selatan perlu meningkatkan kewaspadaan karena BMKG memprediksi hujan ringan akan turun pada dini hari.
BMKG juga merilis data suhu udara yang berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius. Suhu tersebut masih tergolong nyaman, meskipun kelembapan udara mencapai 60 hingga 95 persen. BMKG mencatat bahwa kecepatan angin maksimum mencapai 30 kilometer per jam dan bergerak dari arah Timur hingga Selatan.
Selain itu, petugas mencatat tinggi gelombang di Perairan Yogyakarta berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. BMKG mengkategorikan kondisi ini sebagai gelombang sedang.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini. Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
Pada Minggu pagi pukul 06.00 WIB, petugas telah memperbarui prakiraan cuaca ini melalui situs resmi mereka di www.bmkg.go.id. (ef linangkung)












