bernasnews — Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman kembali menggelar kegiatan bertajuk ”Sekolah Sampah” yang berlangsung selama dua hari, Bertempat di PSM Kasturi Gempol, Condongcatur, Depok, Sleman, pada tanggal 2–3 Juli 2025.
Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas pelaku pengelolaan sampah di akar rumput serta mendukung gerakan pilah sampah sejak dini. Acara ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Propinsi DIY, Dinas Lingkungan Hidup (DLH Kabupaten Sleman dan JPSM Sehati Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Ketua JPSM Hijrah Purnama Putra menjelaskan berbagai kegiatan JPSM dan dukungan para pihak untuk mewujudkan Sleman yang bersih dan bebas sampah. Sekolah Sampah menghadirkan narasumber berkompeten serta partisipasi aktif dari kelompok masyarakat dan tenaga pendidik.
Pada hari pertama, kegiatan menyasar Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) yang baru terbentuk, seperti Bank Sampah dan komunitas Sedekah Sampah di wilayah Sleman. Sebanyak 20 peserta mengikuti sesi pelatihan bertema “Pemilahan Sampah dan Pembukuan Administrasi Sederhana”.
Dalam pemaparan Pemilahan Sampah, Yeni Marta selaku pemateri menggarisbawahi pentingnya memahami rantai pengelolaan sampah dari sumber hingga ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta bagaimana sampah berkontribusi terhadap pemanasan global dan isu lingkungan lainnya.
Materi mencakup fakta tentang komposisi sampah di wilayah Jawa yang didominasi oleh sampah organik, isu food waste, hingga penjelasan jenis sampah dan alur pengelolaannya secara ideal. Diskusi interaktif antara peserta dan narasumber menghidupkan suasana belajar yang aktif dan reflektif.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Yanti Herawati, yang membawakan materi tentang pentingnya administrasi dan pencatatan keuangan dalam operasional Bank Sampah. Peserta diperkenalkan dengan bentuk buku catatan setoran, tabungan nasabah, hingga laporan keuangan sederhana.
Kemudian pada hari kedua Sekolah Sampah dilaksanakan pada 3 Juli 2025, dengan fokus pada edukasi guru PAUD dan TK se-Kapanewon Depok. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 guru. Bertajuk “Papah Sani (Pilah Sampah Sejak Dini)”, kegiatan ini bertujuan mendorong peran aktif tenaga pendidik dalam menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Materi pertama disampaikan oleh Isti Fajaroh, yang memaparkan tantangan pengelolaan sampah di wilayah Depok, serta inisiatif Gede Lampah yang telah berjalan di masyarakat. Konsep Papah Sani dijelaskan sebagai upaya mengintegrasikan edukasi pemilahan sampah ke dalam kegiatan belajar-mengajar di PAUD dan TK.
”Guru diharapkan menjadi agen perubahan yang menanamkan praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan metode 5M kepada peserta didik secara kreatif dan berkelanjutan,” kata Isti Fajaroh, dalam rilis yang dikirim, Sabtu (5/7/2025).
Pada sesi selanjutnya, Yanti Herawati menyampaikan materi tentang teknik implementasi pilah sampah di sekolah, penanganan sampah organik-anorganik, serta potensi produk edukatif dari sampah yang dihasilkan sekolah.
”Diskusi antar peserta menjadi ruang berbagi pengalaman dan gagasan inovatif dalam mewujudkan sekolah ramah lingkungan,” ungkap Yanti.
Melalui kegiatan ini, JPSM Sehati Sleman menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring pengelola sampah mandiri dan mendukung kebijakan lingkungan di tingkat lokal. Dengan edukasi berjenjang dan pelibatan aktif komunitas serta dunia pendidikan, upaya mewujudkan Sleman bebas sampah semakin mendapatkan pijakan yang kokoh.
Sementara itu, Koordinator Program Sedekah Sampah JPSM Sehati Kabupaten Sleman Ani Sumiarti berharap semoga kedepan banyak edukasi-edukasi serupa yang berkelanjutan dan menyasar berbagai pihak agar dapat bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.
”Dukung berbagai stakeholder juga menjadi pemicu hadirnya pemahaman yang baik ditingkat masyarakat,” pungkasnya. (*/ nun)












