bernasnews – Warga Padukuhan Malangan, Sentolo, Kulon Progo digemparkan peristiwa tragis pada Jumat malam, 4 Juli 2025. Seorang perempuan lansia tew*s mengenaskan setelah kereta api menabrak saat ia menyeberang rel tanpa palang pintu di desanya. Perempuan itu bernama Mar, berusia 62 tahun, warga Malangan, Sentolo, Kulon Progo.
Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko membenarkan peristiwa memilukan itu. Ia menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.23 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada saudaranya, S, untuk membeli tabung gas 3 kg di warung seberang rel. Korban berjalan menyeberang dari arah barat menuju timur melintasi jalur kereta api di lokasi kejadian.
“Pada saat melintas di rel tanpa palang pintu itu, saksi FR sudah berteriak memperingatkan korban untuk mundur,” kata Iptu Sarjoko.
Namun, korban tidak mendengar teriakan itu. Kereta api melaju dengan cepat dan menabrak korban hingga terpental sejauh lima meter ke arah utara.
Warga sekitar berhamburan menuju lokasi setelah mendengar suara benturan keras. Mereka mendapati tubuh korban tergeletak di samping rel dalam kondisi luka parah. Beberapa warga berusaha menolong dan mengevakuasi korban dengan segera.
“Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Nyi Ageng Serang Sentolo untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Iptu Sarjoko.
Namun, sekitar pukul 20.00 WIB, tim medis menyatakan korban meninggal dunia saat proses perawatan berlangsung. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan tragis di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di wilayah Kulon Progo. Iptu Sarjoko mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memastikan kondisi aman sebelum melintas di rel kereta api, terlebih pada malam hari dengan jarak pandang yang terbatas.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memprioritaskan keselamatan saat menyeberang rel kereta api,” tegasnya. (ef linangkung)












