bernasnews — Aksi vandalisme kembali mencoreng dunia perkeretaapian nasional. Kali ini, insiden tak bertanggung jawab menimpa Kereta Api (KA) Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya Gubeng.
Saat melintas di jalur antara Stasiun Kutoarjo dan Stasiun Jenar, tepatnya di KM 487+551, kereta menjadi sasaran pelemparan lumpur oleh oknum tak dikenal.
Kereta Sasaran Pelemparan di Daop 6
Kereta eksekutif 2 menjadi target aksi tersebut pada Senin siang (12/5), membuat perjalanan terganggu sejenak. Meski tidak menimbulkan kerusakan atau korban, insiden ini kembali menyuarakan keprihatinan akan keamanan fasilitas transportasi publik yang seharusnya dijaga bersama.
Petugas dari PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta langsung bertindak cepat. Setibanya kereta di Stasiun Yogyakarta, tim teknis segera melakukan pemeriksaan dan pembersihan sarana. Hasilnya, tidak ada kerusakan berarti. Perjalanan KA Argo Wilis pun dapat berlanjut sesuai jadwal.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan kekecewaannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan vandalisme dalam bentuk apa pun sangat membahayakan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.
“Aksi seperti ini tidak bisa ditoleransi. Selain membahayakan perjalanan, vandalisme juga merugikan negara dan seluruh masyarakat yang menggantungkan mobilitasnya pada transportasi publik,” ujar Feni.
Lebih jauh, KAI mengingatkan bahwa vandalisme, baik berupa pelemparan benda, coretan, maupun perusakan sarana adalah pelanggaran hukum. Pihak KAI dapat memproses secara pidana.
Langkah KAI
Dalam rangka mencegah terulangnya insiden serupa, KAI Daop 6 terus meningkatkan sistem pengamanan melalui patroli rutin di jalur-jalur rawan, pemasangan CCTV, hingga kerja sama intensif dengan kepolisian dan masyarakat sekitar.
Langkah hukum juga tengah KAI siapkan. KAI berkomitmen melacak pelaku vandalisme ini dan menyerahkannya kepada pihak berwajib agar mendapat proses hukum yang setimpal. Harapannya, sanksi tegas dapat memberikan efek jera.
Masyarakat pun perlu turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kenyamanan transportasi publik. Siapa pun yang melihat tindakan mencurigakan atau memiliki informasi terkait aksi vandalisme terhadap sarana perkeretaapian segera melapor melalui Contact Center KAI 121 atau WhatsApp di 08111-2111-121.
“Transportasi publik yang aman dan andal hanya dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak. Mari bersama hentikan segala bentuk vandalisme terhadap kereta api,” tutup Feni penuh harap. (ef linangkung)












