News  

Hati-hati, Hujan Deras Disertai Angin Kencang Ancam DIY Hari Jumat Pahing Ini

Prakiraan Cuaca Hari Jumat/Foto: BMKG

bernasnews – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta harus meningkatkan kewaspadaan pada Jumat Pahing, 4 Juli 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem.

BMKG menyampaikan prakiraan cuaca berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB. Pagi hari, hujan ringan akan mengguyur Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo bagian Selatan, dan Gunungkidul bagian Selatan.

Siang hingga sore hari, perkiraan hujan sedang hingga lebat mengguyur Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara. BMKG memperingatkan hujan lebat berpotensi bersamaan dengan kilat, petir, dan angin kencang. Kota Yogyakarta dan Bantul bagian Utara juga akan mengalami hujan ringan pada periode yang sama.

Malam hari nanti, prediksi langit DIY berawan tebal. Dini hari, kondisi berawan tetap bertahan dengan suhu udara minimum 22°C dan maksimum mencapai 32°C. Kelembapan udara berkisar antara 65 hingga 95 persen.

Angin akan bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam. Kecepatan ini tergolong cukup kencang untuk menimbulkan risiko pada kendaraan roda dua.

BMKG juga mengingatkan masyarakat pesisir untuk mewaspadai gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Selatan Yogyakarta. Gelombang kategori sedang ini dapat membahayakan nelayan tradisional dan wisatawan yang nekat bermain air di pantai selatan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta menegaskan masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat, kilat, petir, dan angin kencang di Sleman, Kulon Progo bagian Utara, serta Gunungkidul bagian Utara pada Jumat Pahing ini.

Prakiraan ini diperbarui BMKG pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB dan dapat diakses secara real-time melalui situs resmi www.bmkg.go.id.

Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu hari ini, masyarakat Yogyakarta diminta tetap siaga. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menghindari jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil akibat cuaca ekstrem di tengah puncak musim pancaroba ini. (ef linangkung)