bernasnews– Warga dan wisatawan Pantai Parangtritis dikejutkan dengan aksi nekat seorang perempuan yang mencoba mengakhiri hidupnya dengan menceburkan diri ke laut pada Rabu (2/7/2025) siang.
Komandan SAR Satlinmas Wilayah III Pantai Parangtritis, Arif Nugroho atau akrab dipanggil Inug, melaporkan kejadian tersebut berlangsung dramatis di tengah terik siang. Petugas mencatat perempuan itu berangkat dari Klaten sekitar pukul 07.30 WIB.
“Perempuan itu menumpang ojek menuju Parangtritis,” ujarnya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, perempuan tiba di kawasan Pantai Parangtritis sekitar pukul 11.00 WIB. Perempuan itu menitipkan tas dan barang bawaannya di sebuah warung tepi pantai.
Perempuan itu kemudian duduk termenung lama di tepi pantai. Tidak ada yang menyangka jika perempuan itu memendam niat mengakhiri hidup.
“Warga dan pengunjung tak ada yang curiga,” kata dia.
Sekitar pukul 11.45 WIB, Posko Terpadu Satlinmas Rescue Istimewa (SAR Parangtritis) mendapat laporan bahwa seorang perempuan nekat menceburkan diri ke laut.
Petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III (SAR Parangtritis) bersama tim SAR Ditpolairud Polda DIY langsung bergerak cepat. Tim menyisir area laut tempat perempuan itu terakhir terlihat.
Arus laut cukup kuat siang itu, sehingga proses pencarian berlangsung menegangkan. Namun, tim berhasil mengevakuasi perempuan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Petugas membawa perempuan itu ke klinik terdekat. Kondisi perempuan itu sempat kritis dan membuat petugas berjibaku memberikan pertolongan pertama. Beruntung, setelah mendapat penanganan intensif di klinik, kondisi perempuan itu berangsur membaik.
Petugas langsung berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Polsek Kretek. Mereka bergerak cepat menelusuri identitas dan keberadaan keluarga perempuan nekat itu.
Komandan SAR Satlinmas Wilayah III Pantai Parangtritis, Inug, mengimbau para wisatawan agar selalu waspada dengan orang di sekitar yang terlihat termenung sendirian.
“Kami mengimbau pengunjung pantai saling peduli satu sama lain. Jika melihat orang yang gelagatnya mencurigakan, segera laporkan ke petugas posko terdekat,” tegasnya.
Petugas pantai menegaskan mereka selalu siaga menghadapi kondisi darurat seperti ini. Kecepatan informasi dari masyarakat berperan penting menyelamatkan nyawa korban.
“Kami berterima kasih kepada warga dan pengelola warung yang cepat melapor, sehingga korban dapat terselamatkan,” tutup Inug. (ef linangkung)












