News  

Hati-Hati, Cuaca Cerah Tak Menjamin Aman: Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Selatan Yogyakarta

bernasnews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang tinggi di perairan selatan DIY. Gelombang tinggi tersebut mengancam aktivitas nelayan dan wisatawan di sepanjang pantai selatan meskipun cuaca terlihat cerah.

Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu, 2 Juli 2025, akan cerah berawan pada pagi hari. Selanjutnya, siang hingga sore hari diperkirakan akan turun hujan ringan di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara. Sedangkan kondisi malam hingga dini hari akan tetap berawan.

BMKG mencatat suhu udara di DIY berkisar antara 22 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 50 hingga 95 persen. Angin akan bertiup dari timur menuju selatan dengan kecepatan maksimum 25 km per jam.

Gelombang Tinggi Jadi Ancaman Utama

Namun BMKG menegaskan ancaman terbesar hari ini justru datang dari laut. Tinggi gelombang di perairan Yogyakarta mencapai 2,5 hingga 4 meter. Tinggi gelombang tersebut dalam kategori tinggi dan berbahaya bagi aktivitas pelayaran kapal nelayan tradisional maupun perahu wisata.

BMKG mengimbau nelayan menunda aktivitas melaut bila mendapati gelombang tinggi melanda perairan selatan DIY. Pengelola wisata pantai juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan agar wisatawan tidak berenang atau bermain air terlalu jauh dari bibir pantai.

BMKG menegaskan cuaca cerah bukan jaminan kondisi laut aman. Gelombang tinggi dapat terjadi tanpa didahului cuaca buruk. Masyarakat diharapkan selalu mengecek informasi prakiraan cuaca dan tinggi gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut maupun wisata pantai.

Prakirawan BMKG STAMET YIA mengingatkan gelombang tinggi ini akan berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB. BMKG memperbarui informasi prakiraan ini pada Rabu, 2 Juli 2025 pukul 06.00 WIB melalui laman resmi www.bmkg.go.id.

BMKG mengajak masyarakat mematuhi peringatan dini demi keselamatan bersama. BMKG menegaskan keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi laut selatan yang sedang tidak bersahabat. (el)