bernasnews – Linedance (LD) adalah jenis tarian yang dilakukan dalam barisan atau garis, biasanya dengan gerakan yang seragam dan sinkron sebagaimana olahraga senam. LD dapat dilakukan dengan berbagai jenis musik dan gaya, seperti country, salsa, rumba, cha cha, pop atau hip hop, bahkan ndangdut.
Komunitas LD kini semakin marak, dengan anggota rata-rata berusia 30 tahun ke atas baik dari kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak. Salah satunya adalah Komunitas Linedance (LD) Maumere, yang berasal dari Perum Jatimas Permai, Jatisawit, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.
“LD Maumere telah berdiri sejak 3 tahun yang lalu, dengan jumlah anggota lebih kurang 20 orang terdiri ibu-ibu juga ada beberapa bapak-bapak. Latihan setiap minggu sekali atau sesuai keperluan,” terang Ketua LD Maumere Tri Rahmawati, usai unjuk kebolehan di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Umbulharjo, Yogyakarta, Sabtu pagi (28/6/2025).

Menurut Wati sapaan akrab Tri Rahmawati, bahwa Komunitas LD Maumere ini awalnya dibentuk karena ingin menyalurkan hobi sekaligus berolah agar badannya sehat. Kemudian hasil dari omong – omong beberapa orang akhirnya terbentuklah komunitas ini, yang anggotanya semua warga Jatimas.
“Kami ingin berolah raga dengan santai namun menyehatkan badan sambil bersenang-senang. Untuk itu kita bersama teman-teman membetuk grup ini,” ujarnya.
“Komunitas LD Maumere juga membuka kepada siapa saya yang ingin bergabung dengan kami dipersilahkan. Sambil kita berolahraga biar badannya sehat juga bertambah teman. Kelompok kami pun sering tampil untuk pentas. Misal, pada acara Agustusan maupun event-event lainnya,” pungkas Wati. (nun)











