News  

Malam 1 Suro Mencekam, Honda Grand Adu Banteng dengan Motor Pedagang Cilok di Karangasem

Kecelakaan di Karangasem, Gunungkidul/Foto: Polres Gunungkidul

bernasnews – Malam 1 Suro yang sarat nuansa spiritual justru berubah menjadi tragedi berdarah di jalanan sunyi Karangasem. Dua sepeda motor terlibat tabrakan keras, satu nyawa melayang seketika.

Insiden maut itu terjadi di Jalan Umum Bedoyo-Karangasem, tepat di depan Balai Dusun Jomblang Tengah, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, pada Kamis malam, 26 Juni 2025, sekitar pukul 23.15 WIB.

Honda Grand Adu Banteng

Ketika sebagian warga tengah khusyuk menyambut malam pergantian tahun Jawa dengan ritual doa dan tirakatan, benturan dua kendaraan di jalan gelap itu justru membuyarkan keheningan malam.

Ipda Nur Ikhwan, Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut melibatkan dua pengendara motor yang melaju dari arah berlawanan.

Eko Wahyudi (38), warga Ngabean Lor, Karangasem, mengendarai sepeda motor Honda Astrea Grand bernopol AB-5640-NE dari arah utara menuju Bedoyo.

Sementara itu, dari arah selatan, datang Wasimin (47), pedagang jajanan anak-anak asal Jomblang Lor, dengan sepeda motor Suzuki Shogun bernopol AB-4100-LD, lengkap membawa boks jualan di bagian belakang.

Eko melaju dalam kondisi jalan menurun yang gelap gulita tanpa penerangan memadai. Ia kehilangan kendali arah dan mengambil jalur terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, Wasimin datang dari arah berlawanan. Tanpa sempat menghindar, bagian depan motor Eko menghantam keras sisi kanan boks milik Wasimin.

Kondisi Pengendara

Eko tergeletak bersimbah darah dengan luka serius di bagian wajah dan kepala. Warga segera melarikan korban ke rumah sakit, tapi takdir berkata lain. Eko Wahyudi meninggal dunia dalam perjalanan.

“Korban mengalami sobek di pipi kanan, pendarahan pada mata, luka berat di belakang kepala, dan tidak sadar sejak kejadian. Tim medis menyatakan ia meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tutur dia

Sementara itu, Wasimin mengalami luka ringan dan masih dalam keadaan sadar. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan dua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti.

Malam 1 Suro yang biasanya diselimuti doa keselamatan dan harapan baru justru berubah menjadi malam duka di Dusun Jomblang Tengah. Warga yang tadinya berencana melarung doa keheningan, harus menyaksikan nyawa melayang di tengah jalan desa.

Polisi mengimbau warga, khususnya pengendara sepeda motor, untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan-jalan pedesaan yang minim penerangan, terutama di malam hari.

“Kami minta pengendara selalu waspada, gunakan lampu dengan benar, dan hindari kecepatan tinggi, apalagi di jalan menurun dan gelap,” tegas Ipda Nur Ikhwan. (ef linangkung)