bernasnews – Pada 1 Suro, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (STAMET YIA) merilis prakiraan cuaca terkini wilayah DIY, Jumat, 27 Juni 2025.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca ekstrem akan berlangsung selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB. Pada pagi hari, BMKG memprediksi hujan ringan mengguyur wilayah Gunungkidul. Saat siang hingga sore, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi melanda Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Sleman, Kulon Progo bagian utara, serta Bantul bagian selatan.
Memasuki malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di kawasan selatan Gunungkidul, selatan Bantul, dan selatan Kulon Progo. Saat dini hari, hujan ringan masih akan bertahan di Gunungkidul bagian selatan dan Bantul bagian selatan. Ini memperpanjang potensi basahnya wilayah pesisir DIY.
BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara tinggi antara 63 hingga 96 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 30 kilometer per jam. Kecepatan angin ini cukup berisiko bagi aktivitas luar ruang, terutama di area terbuka dan pesisir.
Kemudian, BMKG mengungkapkan bahwa tinggi gelombang laut di wilayah Perairan Selatan Yogyakarta bisa mencapai 2,5 hingga 4,0 meter. Kategori ini tergolong tinggi dan berpotensi membahayakan nelayan serta pelaku wisata bahari.
Prakirawan BMKG STAMET YIA menyampaikan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Gunungkidul dan Sleman. Selain itu, masyarakat juga harus mewaspadai ancaman gelombang laut tinggi di wilayah perairan selatan DIY.
BMKG mengimbau warga DIY agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah atau di sekitar kawasan pesisir. Masyarakat tidak perlu memaksakan diri berkegiatan di laut, serta menjauhi pohon besar dan baliho yang rawan roboh.
Dengan langit yang menghitam dan angin yang menggila, langit 1 Suro tahun ini bukan sekadar sakral, tetapi juga membawa peringatan bagi manusia agar lebih bijak memperlakukan alam. (ef linangkung)












