bernasnews – Malam 1 Suro merupakan malam yang memiliki makna spiritual mendalam dalam budaya Jawa dan Islam. Pada malam inilah kalender Jawa memasuki tahun baru, bertepatan dengan tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah.
Tradisi keagamaan dan budaya yang menyatu membuat malam ini istimewa, karena diyakini sebagai waktu yang sangat tepat untuk berdoa, memohon perlindungan, dan melakukan introspeksi diri.
Namun, muncul pertanyaan penting apakah ada doa khusus yang dibaca pada malam 1 Suro? Sebenarnya, tidak ada doa khusus malam 1 suro.
Dalam warisan keislaman dan budaya Jawa, malam 1 Suro dikenal sebagai momen yang tepat untuk membaca doa-doa penuh makna sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT serta permulaan tahun baru yang penuh berkah.
Mari kita bahas lebih jauh tentang malam ini, serta doa-doa yang biasa diamalkan. Sebagai bagian dari akulturasi budaya, banyak masyarakat Jawa membaca doa-doa ini dalam bahasa daerah mereka.
Meskipun tidak selalu dalam bentuk terjemahan langsung dari bahasa Arab, namun makna dan tujuannya tetap sama, yaitu mendekatkan diri pada Tuhan dan memohon keselamatan.
Makna dan Waktu Dimulainya Malam 1 Suro
Dalam sistem penanggalan Hijriah dan Jawa, pergantian hari dimulai sejak waktu maghrib, bukan pukul 00.00 seperti dalam kalender Masehi.
Oleh karena itu, malam 1 Suro pada tahun 2025 dimulai sejak matahari terbenam pada hari Kamis, 26 Juni 2025, dan memasuki tanggal 1 Muharram 1447 Hijriah yang jatuh pada hari Jumat, 27 Juni 2025.
Malam ini bukan hanya menjadi simbol dimulainya tahun baru Islam, namun juga momen spiritual bagi banyak umat Muslim, terutama di Indonesia, untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, malam 1 Suro bahkan dikeramatkan dan dijalani dengan penuh khidmat, tanpa pesta pora atau hura-hura.
Bulan Suro: Bulan Suci dan Waktu untuk Memohon Perlindungan
Bulan Muharram (atau dikenal sebagai Suro dalam penanggalan Jawa) termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Keistimewaan bulan ini menjadi alasan mengapa banyak umat Islam mengisi malam 1 Suro dengan memperbanyak zikir, doa, dan amalan baik.
Doa-doa yang dipanjatkan pada malam 1 Suro umumnya memiliki tujuan untuk:
- Memohon perlindungan dari musibah dan bencana.
- Memulai tahun dengan niat yang baik dan bersih.
- Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Menyucikan hati dari kesalahan dan dosa masa lalu.
- Menolak bala atau marabahaya yang mungkin terjadi di masa depan.
Bacaan Doa Malam 1 Suro
Pada malam ini dapat memanjatkan doa-doa sebagaimana dianjurkan dalam Islam. Doa menyambut Tahun Baru Islam.
Berikut adalah bacaan doa penolak bala yang disarankan dibaca setelah surat Al-Fatihah:
اللَّهُمَّ بِحَقِّ الفَاتِحَةِ وَسِرِّ الفَاتِحَةِ،
يَا فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَمِّ،
يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ،
وَيَا دَافِعَ البَلَاءِ يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ،
وَيَا دَافِعَ البَلَاءِ يَا اللهُ يَا رَحِيْمُ
Allāhumma biḥaqqi al-fātiḥah wa sirri al-fātiḥah,
yā fārija al-hammi yā kāsyifa al-ghammi,
yā man li’abdihī yaghfiru wa yarḥamu,
wa yā dāfi’a al-balā’i yā Allāhu yā raḥmānu,
wa yā dāfi’a al-balā’i yā Allāhu yā raḥīmu.
“Ya Allah, dengan hakikat dan rahasia Al-Fatihah, wahai pemberi jalan keluar atas kesulitan, wahai penghilang kesedihan, wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-Nya, wahai penolak bala, ya Allah Yang Maha Pengasih, wahai penolak bala, ya Allah Yang Maha Penyayang.”
Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca dengan penuh keyakinan, harapan, dan ketundukan di hadapan Allah SWT.
Doa Awal Tahun Hijriah untuk Malam 1 Suro
Memasuki tahun baru Hijriah, umat Islam juga dianjurkan membaca doa awal tahun sebagai bekal spiritual. Doa ini mencerminkan harapan untuk memperoleh perlindungan dan petunjuk selama tahun yang baru dimulai.
اللَّهُمَّ أَنتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ
وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيمِ وَكَرِيمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ.
وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ
أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ
وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ
وَالاشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى
يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Allāhumma anta al-abadiyyu al-qadīmu al-awwal
wa ‘alā faḍlika al-‘aẓīm wa karīm jūdika al-mu‘awwal.
Wa hādhā ‘āmun jadīdun qad aqbala
as’aluka al-‘iṣmata fīhi mina asy-syayṭāni wa awliyā’ih
wa al-‘awna ‘alā hādhihi an-nafsi al-ammārati bis-sū’
wa al-isytighāla bimā yuqarribunī ilayka zulfā
yā dhā al-jalāli wa al-ikrām.
“Tuhanku, Engkau Yang Abadi, Yang Terdahulu, dan Yang Pertama. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang agung, kami berlindung dan berharap. Kini tahun baru telah datang. Aku mohon kepada-Mu perlindungan dari setan dan pengikut-pengikutnya, serta pertolongan-Mu dalam melawan hawa nafsu yang kerap menjerumuskan. Bimbinglah aku agar setiap aktivitas mendekatkanku pada rahmat dan ridha-Mu, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”
Malam 1 Suro bukan hanya sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Jawa dan Islam, melainkan momen untuk memperbaharui niat, iman, dan tekad. Amalan seperti membaca doa-doa di atas merupakan bagian dari usaha untuk memulai tahun baru dengan harapan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Dengan memahami dan mengamalkan doa-doa tersebut, umat Muslim bisa menjalani tahun baru Hijriah dengan semangat yang baru dan hati yang bersih. Tak hanya sekadar ritual, namun juga sebagai bentuk pendekatan spiritual yang memperkuat hubungan kita dengan Sang Pencipta.
***












