bernasnews – Dua nyawa melayang seketika di jalan raya sore itu. Di bawah langit mendung Playen, tepatnya di Dusun Gading III, Kelurahan Gading, Gunungkidul, kecelakaan tragis terjadi pada Senin, 23 Juni 2025, pukul 16.00 WIB.
Satu unit mobil Isuzu Panther yang melaju ugal-ugalan dari arah timur menghantam keras tiga kendaraan dari arah berlawanan. Suasana yang semula lengang berubah menjadi kepanikan dan jeritan warga.
Warga sekitar sontak berhamburan keluar rumah setelah mendengar suara benturan keras yang menggetarkan aspal jalan. Dua sepeda motor dan sebuah mobil ringsek parah, berserakan di tengah jalur Yogyakarta–Wonosari. Di antara puing-puing kendaraan itu, dua tubuh pengendara motor terkapar tak bernyawa.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ihwan, langsung memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP). Ia memastikan bahwa pengemudi Isuzu Panther, Yudi Wahyu Wibowo (52), menjadi penyebab utama tragedi berdarah ini.
Polisi menyebut Yudi kehilangan kendali saat melaju dari arah timur. Bukannya menjaga jalur, ia justru menabrak sisi kanan Toyota Raize yang datang dari arah Yogyakarta.
Kondisi Korban dan Penyelidikan Polisi
Benturan pertama itu hanya awal dari malapetaka. Panther melaju tanpa kendali dan langsung menghantam dua sepeda motor yang berjalan beriringan di belakang Raize.
Sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Miftah Annur (35), warga Selang, Wonosari, terpental hebat hingga keluar badan jalan.
Sementara sepeda motor Yamaha N-Max yang dikemudikan Andi Suryanto, A.Md (41), warga Ponjong, terseret sejauh 20 meter ke arah barat. Keduanya seketika terkapar dalam kondisi mengenaskan.
“Kami menemukan korban dalam kondisi luka berat di bagian kepala. Keduanya mengalami pendarahan hebat dan tidak sadarkan diri. Saat tim medis datang, nyawa mereka sudah tak tertolong,” ujar Ipda Nur Ihwan.
Tim medis dari Puskesmas Playen bersama PMI segera datang ke lokasi, namun hanya bisa memastikan kematian dua korban.
Andi Suryanto mengalami cedera kepala berat, pendarahan dari hidung dan mulut, serta patah tulang kaki kanan. Sedangkan Miftah Annur mengalami luka robek di leher, pendarahan dari telinga dan hidung, serta cedera kepala berat.
Kondisi kendaraan memperkuat dugaan kecerobohan. Mobil Panther ringsek di bagian depan, sementara Raize tampak rusak di sisi kanan. Dua sepeda motor hancur total, tergeletak tak beraturan.
Menurut kesaksian Sri Rahayu (56), warga sekitar yang melihat kejadian, Panther melaju dalam kecepatan tinggi dan sulit dikendalikan saat memasuki tikungan menanjak.
“Tadi saya lihat mobil itu terlalu ke kanan, langsung nyeruduk Raize dan motor-motor itu. Suaranya keras banget. Orang-orang langsung teriak-teriak,” ungkapnya sambil masih syok.
Anwar (36), pengendara lain yang melintas dari arah barat, juga menjadi saksi mata. Ia melihat jelas bagaimana Panther melaju tidak pada lajurnya.
“Mobil itu memang ngawur, seolah nggak lihat ada kendaraan dari lawan arah,” ujarnya.
Polisi segera mengamankan pengemudi Isuzu Panther, Yudi Wahyu Wibowo, untuk dimintai keterangan. Pria asal Magelang itu kini berstatus sebagai terperiksa dan terancam dijerat pasal berlapis terkait kelalaian dalam berkendara yang menyebabkan korban jiwa.
“Kami akan memproses kasus ini sesuai prosedur. Saat ini sopir Panther sedang kami mintai keterangan. Dugaan kuat, dia lalai dan melaju tidak sesuai jalur,” tegas Ipda Nur Ihwan. (el)












