bernasnews – Tumpukan sampah liar semakin meresahkan warga di sepanjang Ringroad Selatan Bantul. Pemandangan tidak sedap ini terlihat hampir setiap hari, mulai dari area Sedayu, Kasihan, Sewon, Banguntapan hingga Piyungan.
Kantong plastik hitam, limbah rumah tangga, bahkan sampah bangunan berserakan di pinggir jalan. Bau menyengat dan pemandangan kumuh menjadi keluhan utama warga yang melintasi jalur strategis ini.
Kondisi ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengganggu estetika kawasan yang seharusnya bersih dan tertata.
Respons Pemkab Bantul
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tidak tinggal diam. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslich, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas para pembuang sampah sembarangan. Bahkan, Pemkab Bantul siap mengekspos wajah pelaku ke publik sebagai bentuk sanksi sosial.
“Kami sudah memasang beberapa CCTV di titik rawan pembuangan sampah. Kami juga menyiagakan petugas untuk melakukan pengawasan dan penindakan langsung di lapangan,” tegas Abdul Halim Muslich dalam keterangan pers di kantor Pemkab Bantul.
Ia menambahkan, Pemkab sudah memiliki daftar nama pelaku yang tertangkap oleh kamera dan patroli Satpol PP. Namun, pihaknya masih menahan diri untuk tidak mempublikasikan identitas tersebut secara langsung. Meski demikian, langkah tegas akan diambil jika aksi pembuangan sampah liar terus berlangsung.
“Kalau nanti membuang sampah sembarangan ketangkap kamera, wajahnya akan kami potret dan kami pampang di media. Mohon maaf, ini kami lakukan demi menjaga kebersihan daerah,” ujarnya.
Abdul Halim juga mengingatkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari proses edukasi dan penegakan hukum. Jika daya tampung Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) mencukupi, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk membuang sampah sembarangan.
Pemerintah bahkan telah menyiapkan sistem penanganan sampah yang lebih tertata, termasuk pengangkutan terjadwal dan program pengelolaan berbasis komunitas.
“Ini proses yang tidak bisa kita hindari. Kami akan menegakkan aturan secara bertahap. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan Bantul yang bersih dan sehat,” tegas Bupati.
Sampah Liar di Bantul
Kondisi darurat sampah liar di Bantul memang bukan hal baru. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi menambah beban pengelolaan sampah harian.
Di sisi lain, kesadaran sebagian warga masih rendah. Banyak yang memilih membuang sampah di pinggir jalan karena malas atau menganggap remeh dampaknya.
Pemkab Bantul kini terus menggencarkan kampanye sadar lingkungan dengan melibatkan komunitas lokal, RT, RW, hingga sekolah-sekolah. Program edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga mau bertindak menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai langkah nyata, pemerintah akan memperluas jangkauan pengawasan dengan memasang lebih banyak kamera pengawas, menambah petugas, dan memperketat sanksi. Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan lingkungan juga dilakukan secara massif, termasuk melalui media sosial dan baliho.
“Saya mengingatkan seluruh warga, terutama yang berada di kawasan padat seperti Sedayu, Kasihan, Sewon, Banguntapan, dan Piyungan. Hati-hati saat membuang sampah. Kami sudah awasi dengan ketat,” imbuh Halim.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kewajiban bersama.
Jika masyarakat tidak segera berubah, wajah para pelaku pembuangan sampah liar benar-benar akan terpampang di media sebagai bentuk konsekuensi sosial.
Pemkab Bantul berharap, melalui langkah tegas ini, warga akan jera dan mulai peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. (ef linangkung)












