Berapa Lama Hari Tasyrik Idul Adha 2025, Sampai Tanggal Berapa? Cek Jadwal Berikut

Ilustrasi Berapa Lama Hari Tasyrik Idul Adha 2025 dan Tanggal Berapa Saja/Unsplash

bernasnews – Hari Tasyrik merupakan momen penting dalam kalender Islam yang terjadi tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha.

Pada tahun 2025, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 7, 8, dan 9 Juni, bertepatan dengan 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1446 H.

Hari-hari ini memiliki aturan khusus yang wajib diketahui oleh umat Muslim, terutama larangan berpuasa dan anjuran memperbanyak dzikir serta amalan kebaikan.

Hari Tasyrik adalah rangkaian tiga hari penting yang datang setelah Hari Raya Idul Adha. Meskipun sering kali luput dari perhatian banyak umat Islam, hari-hari ini memiliki nilai ibadah yang tinggi dan aturan yang khas.

Pada tahun 2025, Idul Adha diperkirakan jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah. Maka, Hari Tasyrik dimulai pada hari berikutnya, Sabtu 7 Juni, dan berlangsung hingga Senin 9 Juni 2025.

Hari-hari ini bersamaan dengan tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Dalam periode tersebut, umat Islam dilarang menjalankan ibadah puasa, dan justru dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, doa, serta melaksanakan penyembelihan hewan kurban bagi yang belum melakukannya di hari Idul Adha.

Apa Makna Hari Tasyrik dalam Islam?

Secara etimologis, kata “Tasyrik” berasal dari bahasa Arab syarraqa, yang berarti “menjemur di bawah matahari.”

Ini merujuk pada tradisi masyarakat Arab dahulu yang menjemur daging kurban agar tahan lama. Namun secara keagamaan, makna Hari Tasyrik jauh lebih dalam.

Hari Tasyrik adalah momen istimewa yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai “ayyām ma’dūdāt” (hari-hari yang ditentukan).

Hari-hari ini menjadi waktu yang diperuntukkan untuk mengingat Allah, memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan menyebarkan semangat berbagi serta kebersamaan melalui hidangan kurban.

Jadwal Lengkap Hari Tasyrik 2025

Berikut ini adalah rincian waktu pelaksanaan Hari Tasyrik di tahun 2025:

  • Sabtu, 7 Juni 2025 – 11 Dzulhijjah 1446 H
  • Minggu, 8 Juni 2025 – 12 Dzulhijjah 1446 H
  • Senin, 9 Juni 2025 – 13 Dzulhijjah 1446 H

Selama tiga hari ini, umat Islam disunnahkan untuk terus melantunkan takbir dan tidak menjalankan puasa. Bagi yang belum sempat menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah, waktu masih terbuka hingga akhir Hari Tasyrik.

Larangan Berpuasa dan Penjelasannya

Rasulullah Muhammad SAW secara tegas melarang puasa pada Hari Tasyrik. Hal ini dijelaskan dalam berbagai hadis shahih, salah satunya menyebutkan bahwa hari-hari ini adalah ayyām aklin wa syurbin wa dzikrin lillah—hari makan, minum, dan mengingat Allah.

Larangan ini bertujuan agar umat Islam dapat benar-benar merayakan nikmat Allah SWT, menikmati hasil kurban, dan mempererat tali persaudaraan di antara sesama melalui momen berbagi makanan.

Menghindari puasa juga dimaksudkan agar tidak melupakan makna syukur atas rezeki yang Allah berikan.

Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik

Hari Tasyrik bukan hanya hari untuk tidak berpuasa, tetapi juga penuh dengan anjuran ibadah dan amalan baik lainnya. Berikut beberapa aktivitas spiritual yang sangat dianjurkan:

1. Memperbanyak Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Amalan utama selama Hari Tasyrik adalah memperbanyak kalimat dzikir seperti takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), dan tahlil (La ilaha illallah). Dalam riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa sahabat-sahabat Rasul seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah biasa bertakbir di pasar-pasar untuk menyemarakkan Hari Tasyrik. Bahkan, Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah salat sunnah.

2. Menyembelih Hewan Kurban

Hari Tasyrik masih merupakan waktu yang sah untuk menyembelih hewan kurban. Dalam surat Al-Kautsar ayat 2, Allah SWT berfirman:
“Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Oleh karena itu, umat Islam yang belum sempat berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah masih memiliki kesempatan selama Hari Tasyrik.

3. Membaca Doa Sapu Jagat

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah “Doa Sapu Jagat”, yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 201:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa ini mencerminkan keseimbangan harapan umat Islam dalam kehidupan dunia dan akhirat, sekaligus menjadi simbol dari rasa syukur selama momen Hari Tasyrik.

4. Bersilaturahmi dan Menikmati Makanan

Karena termasuk hari makan dan minum, Hari Tasyrik menjadi momen yang ideal untuk menjamu keluarga, tetangga, serta saling bertukar makanan dari hasil kurban. Ini adalah wujud nyata dari ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam bingkai ibadah.

Penutup: Menghayati Nilai-nilai Hari Tasyrik

Hari Tasyrik, yang jatuh pada 7–9 Juni 2025, bukanlah sekadar waktu setelah Idul Adha. Ia adalah bagian dari ibadah yang lebih luas, yang mengajarkan umat Islam tentang rasa syukur, semangat berbagi, dan pentingnya mengingat Allah dalam segala aktivitas.

Dengan memahami makna dan tata cara beribadah di Hari Tasyrik, umat Islam dapat mengisi hari-hari tersebut dengan amalan yang penuh berkah. Jangan lupa, larangan puasa di hari ini bukan sekadar aturan, tetapi juga ajakan untuk menikmati nikmat Allah bersama sesama.


FAQ Seputar Hari Tasyrik 2025

Q: Hari Tasyrik tahun 2025 jatuh pada tanggal berapa?
A: Tanggal 7, 8, dan 9 Juni 2025, bertepatan dengan 11–13 Dzulhijjah 1446 H.

Q: Apakah boleh berpuasa di Hari Tasyrik?
A: Tidak. Rasulullah SAW melarang puasa pada hari-hari ini karena merupakan hari makan, minum, dan berdzikir.

Q: Apakah masih bisa menyembelih kurban di Hari Tasyrik?
A: Ya, selama Hari Tasyrik berlangsung, penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan.

Q: Amalan apa yang dianjurkan di Hari Tasyrik?
A: Perbanyak dzikir (takbir, tahmid, tahlil), berdoa, makan bersama keluarga, dan menyembelih hewan kurban.

***