Doa Buka Puasa Dzulhijjah 2025: Bacaan Lengkap, Jadwal, dan Penjelasannya

Ilustrasi Apakah Boleh Puasa Senin Kamis Digabung dengan Puasa Daud? Simak Penjelasan Ulama Berikut/Pixabay

bernasnews – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan melaksanakan puasa Dzulhijjah. Puasa ini dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, yakni mulai tanggal 1 hingga 9.

Puasa Dzulhijjah dan Doa Buka Puasa yang Dianjurkan

Setiap menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah pada awal bulan Dzulhijjah.

Sepuluh hari pertama bulan ini disebut-sebut sebagai waktu yang penuh keutamaan, sehingga berpuasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Jenis-jenis Puasa Dzulhijjah yang Dianjurkan

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah tidak hanya sebatas satu hari, melainkan terbagi ke dalam tiga kelompok utama:

  1. Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
    Dimulai dari tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah, puasa ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah menuju Hari Raya Kurban. Meski tidak wajib, puasa ini sangat dianjurkan karena keutamaannya dalam mendekatkan diri kepada Allah.
  2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
    Dikenal sebagai hari Tarwiyah, puasa pada tanggal 8 ini memiliki keutamaan tersendiri, terutama dalam menyambut hari Arafah.
  3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
    Inilah puncak puasa Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak berhaji. Rasulullah Muhammad SAW menyebutkan bahwa puasa ini mampu menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Jadwal Puasa Dzulhijjah Tahun 2025

Berdasarkan kalender Hijriah dan konversi ke kalender Masehi, berikut ini jadwal pelaksanaan puasa Dzulhijjah 2025:

  • 1 Dzulhijjah 1446 H: Rabu, 28 Mei 2025
  • 2 Dzulhijjah 1446 H: Kamis, 29 Mei 2025
  • 3 Dzulhijjah 1446 H: Jumat, 30 Mei 2025
  • 4 Dzulhijjah 1446 H: Sabtu, 31 Mei 2025
  • 5 Dzulhijjah 1446 H: Minggu, 1 Juni 2025
  • 6 Dzulhijjah 1446 H: Senin, 2 Juni 2025
  • 7 Dzulhijjah 1446 H: Selasa, 3 Juni 2025

Keutamaan Membaca Doa Saat Berbuka Puasa Dzulhijjah

Dalam ajaran Islam, waktu berbuka puasa menjadi salah satu saat yang mustajab untuk berdoa. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Tiga doa yang tidak akan ditolak: doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi)

Maka dari itu, memperhatikan bacaan doa saat berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Berikut adalah beberapa versi doa buka puasa yang dapat diamalkan selama Dzulhijjah:

Kumpulan Bacaan Doa Buka Puasa Dzulhijjah

1. Doa dari Sahabat Mu’adz bin Zuhrah

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu
Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Doa ini merupakan bacaan yang populer dan sering digunakan sebagai bentuk penghambaan saat berbuka puasa.

2. Doa dari Sahabat Abdullah bin Umar

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabadzh zhama-u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”

Doa ini lazim dibaca ketika seseorang berbuka dengan air, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.

3. Penjelasan dalam Kitab Fathul Mu’in

Kitab Fathul Mu’in menyebutkan bahwa bacaan doa berbuka puasa hendaknya dimulai dengan:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Kemudian, jika berbuka dengan air, ditambahkan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Penambahan ini menyesuaikan kondisi berbuka dan menunjukkan fleksibilitas dalam amalan sunnah.

4. Doa Menurut Hasyiyah Iqna karya Sulaiman Al-Bujairimi

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Doa ini memiliki makna mendalam yang mencerminkan keimanan, tawakal, serta pengakuan terhadap nikmat dan petunjuk dari Allah. Sangat dianjurkan untuk diamalkan sebagai bentuk khusyuk dalam berbuka.

5. Versi dari Buku Ta’wiidul Liththolab dan 354 Sunnah Nabi Sehari-hari

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insya Allah
Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala ditetapkan, insya Allah.”

Doa ini disarikan dari Hadis Riwayat Abu Daud dan dapat menjadi pilihan sederhana namun bermakna untuk berbuka.

6. Versi Kedua dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma laka shumtu wabika aamantu wa’ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar-roohimiin
Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”

Doa ini menunjukkan dimensi spiritual yang lebih luas, mencakup iman, rahmat, dan pengharapan akan kasih sayang Allah.

Penutup: Amalan yang Mencerahkan Hati

Berpuasa di bulan Dzulhijjah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya itu, memperhatikan doa-doa saat berbuka puasa juga memperkuat hubungan spiritual antara hamba dan Tuhannya.

Dengan berbagai pilihan doa yang telah diwariskan dari para sahabat, ulama, dan sumber kitab klasik, umat Islam dapat memilih yang paling sesuai dengan keyakinan dan kebiasaannya.

Semoga amalan puasa sunnah dan doa-doa yang kita panjatkan di bulan Dzulhijjah ini diterima oleh Allah dan menjadi jalan menuju keberkahan serta pengampunan, terlebih saat menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha.***