7 Amalan Terbaik di 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Waktu Emas Raih Pahala Berlimpah

Ilustrasi 7 Amalan Terbaik di 10 Hari Pertama Dzulhijjah/Unsplash

bernasnews – Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam. Terutama 10 hari pertama bulan ini memiliki keutamaan luar biasa.

Allah SWT bahkan bersumpah dalam Al-Qur’an dengan hari-hari tersebut sebagai tanda betapa besar nilainya di sisi-Nya. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah selama periode ini.

Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah: Kesempatan Berharga Tingkatkan Ibadah

Dalam perjalanan waktu Islam, ada satu fase yang dipenuhi dengan limpahan rahmat dan keutamaan, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Di antara dua belas bulan hijriah, Dzulhijjah menduduki posisi yang sangat spesial karena di dalamnya terkandung momentum-momentum sakral seperti wukuf di Arafah dan Idul Adha.

Keutamaan hari-hari awal Dzulhijjah ini bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an, ketika Allah SWT bersumpah dalam surah Al-Fajr ayat 2: “Walayalin ‘Ashr” yang berarti “Demi malam yang sepuluh.”

Para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menjadi penegasan betapa berharganya hari-hari tersebut dalam pandangan-Nya.

Rasulullah Muhammad SAW pun bersabda bahwa amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari lainnya.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Daud disebutkan bahwa bahkan jihad tidak melebihi keutamaannya, kecuali jihad seseorang yang mengorbankan seluruh hartanya dan tidak kembali lagi.

Awal Dzulhijjah 1446 H: Kesepakatan Dua Metode

Tahun 2025 menjadi salah satu momen langka ketika dua metode penetapan awal bulan hijriah, yakni hisab dan rukyat, mencapai titik temu.

Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025.

Penetapan ini berdasarkan hasil sidang isbat yang mengacu pada rukyat hilal di lebih dari 100 titik pengamatan di seluruh Indonesia. Di beberapa lokasi seperti Aceh, hilal terlihat jelas sehingga penetapan dilakukan secara serentak.

Menariknya, Muhammadiyah yang biasa menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal—yaitu pendekatan astronomis berbasis kalkulasi matematis tanpa perlu melihat hilal secara langsung—juga menetapkan tanggal yang sama. Ini menjadi contoh kolaborasi harmoni antara ilmu falak dan metode rukyat.

7 Amalan Istimewa yang Disarankan di 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Agar tidak menyia-nyiakan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, berikut adalah tujuh ibadah unggulan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan:

1. Menjalankan Puasa Sunnah, Terutama Puasa Arafah

Puasa di sembilan hari pertama, khususnya pada tanggal 9 Dzulhijjah atau puasa Arafah, memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Sedangkan pada 10 Dzulhijjah, yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, puasa justru diharamkan karena merupakan hari perayaan.

2. Memperbanyak Dzikir: Takbir, Tahlil, Tasbih, dan Tahmid

Dzikir menjadi napas spiritual selama Dzulhijjah. Mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih, dan tahmid secara rutin merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Selain menghidupkan suasana keimanan, dzikir ini juga menjadi penyejuk hati dan penambah ketenangan batin.

3. Melaksanakan Haji dan Umrah Bagi yang Mampu

Jika memiliki kemampuan finansial dan fisik, melaksanakan ibadah haji di bulan ini adalah amalan yang sangat agung. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga. Umrah juga sangat dianjurkan sebagai bentuk pendekatan diri yang tulus kepada Allah SWT.

4. Memperbanyak Doa dan Istighfar

Sepuluh hari pertama ini menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang merendahkan diri dalam doa dan memohon maghfirah. Ini adalah saat yang tepat untuk memperbaiki hati dan meninggalkan dosa-dosa lama.

5. Rajin Bersedekah dan Berbuat Amal Shalih

Pahala dari sedekah dan kebaikan lainnya akan dilipatgandakan selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Mulai dari membantu sesama, memberi makanan, hingga menyantuni anak yatim, semua menjadi ladang pahala yang subur di waktu ini.

6. Melestarikan Shalat Sunnah dan Dzikir Setelah Shalat Fardhu

Memperbanyak shalat sunnah seperti shalat tahajud dan shalat duha sangat dianjurkan. Diikuti dengan dzikir setelah shalat wajib, amalan ini sangat dicintai oleh Allah SWT. Ini juga merupakan bentuk kecintaan seorang hamba dalam memperkuat koneksi spiritualnya kepada Sang Pencipta.

7. Mempererat Hubungan Silaturahim dan Berbakti kepada Orang Tua

Selain ibadah vertikal, memperbaiki hubungan antar manusia juga tak kalah penting. Menjalin silaturahim, mengunjungi kerabat, serta berbakti kepada orang tua adalah bagian dari ibadah sosial yang membawa keberkahan dan mendatangkan ridha Allah SWT.

Doa Akhir Tahun: Awali Dzulhijjah dengan Tobat dan Harapan Baru

Karena bulan Dzulhijjah juga merupakan penutup dalam kalender hijriah, umat Islam dianjurkan membaca doa akhir tahun sebagai bentuk introspeksi.

Doa ini dibaca sebanyak tiga kali saat menjelang Maghrib di hari terakhir bulan Dzulqa’dah. Isinya berupa pengakuan atas kesalahan dan permohonan ampunan serta rahmat dari Allah SWT.

Berikut doa akhir tahun yang dapat diamalkan:

Arab:
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ … فَاغْفِرْ لِي … وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Latin:
Allahumma ma ‘amiltu fi haadzihis sanati mimmaa nahaitani ‘an-hu falam atub min-hu… fa innii astaghfiruka fagfirlii… wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin…

Doa ini menjadi wujud harapan agar amal kita selama setahun diterima dan kesalahan-kesalahan yang telah lalu diampuni.

Penutup

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu terbaik untuk menggapai ampunan dan pahala dari Allah SWT.

Dengan mengamalkan tujuh ibadah utama—mulai dari puasa, dzikir, sedekah, hingga menjaga hubungan sosial—kita membuka pintu keberkahan dan rahmat dari-Nya. Manfaatkan kesempatan ini sebagai awal yang baru dalam memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan spiritual.

Mari jadikan momen Dzulhijjah ini sebagai titik balik menuju ketakwaan dan cinta sejati kepada Allah SWT.***