bernasnews – Hari Arafah jatuh sehari sebelum Idul Adha dan menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa.
Lalu, kapan Hari Arafah 2025? Simak penjelasan lengkap seputar keutamaan dan amalan terbaik di hari tersebut agar doa lebih cepat dikabulkan.
Makna Hari Arafah dan Kisah di Baliknya
Hari Arafah merupakan salah satu momen istimewa dalam kalender Islam yang dipenuhi dengan nilai spiritual mendalam.
Setiap tahunnya, umat Islam memperingati hari ini sebagai bagian penting dari pelaksanaan ibadah haji.
Secara khusus, Hari Arafah merupakan waktu ketika para jemaah haji menjalani wukuf di Padang Arafah, yaitu berdiam diri dan berdoa sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam bahasa Arab, kata Arafah berarti “mengetahui.” Penamaan ini tidak hanya merujuk pada tempat, tetapi juga pada esensi kesadaran spiritual yang diharapkan tumbuh di hati umat Islam saat menjalani hari tersebut.
Dalam sejarahnya, Hari Arafah juga erat kaitannya dengan peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam. Mengutip dari buku Sejarah Terlengkap 25 Nabi karya Rizem Aizid, disebutkan bahwa Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail ‘Alaihissalam. Ketika beliau terbangun, mimpi itu dipahami sebagai wahyu ilahi yang harus dilaksanakan, menjadi simbol ketaatan dan keikhlasan yang agung.
Kapan Hari Arafah 2025?
Hari Arafah senantiasa jatuh pada tanggal 9 Zulhijah dalam kalender Hijriah, tepat sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Untuk tahun 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia memperkirakan bahwa 9 Zulhijah 1446 Hijriah akan bertepatan dengan hari Kamis, 5 Juni 2025.
Namun demikian, tanggal tersebut masih bersifat sementara. Penetapan resmi akan dilakukan melalui sidang isbat oleh pemerintah Indonesia yang direncanakan berlangsung pada Selasa, 27 Mei 2025. Dalam sidang itu, para ahli hisab dan rukyat akan menentukan awal Zulhijah berdasarkan hasil pengamatan bulan sabit.
Sementara itu, di Arab Saudi—yang menjadi rujukan utama dalam penetapan waktu ibadah haji—penentuan tanggal Hari Arafah juga belum diumumkan secara resmi.
Berdasarkan laporan dari situs berita Al Arabiya, pemerintah Saudi memperkirakan bahwa Idul Adha 2025 jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025.
Maka, Hari Arafah kemungkinan besar jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025. Penetapan pastinya masih menunggu keputusan dari Komite Rukyatul Hilal Arab Saudi yang akan melakukan pengamatan pada 27 Mei 2025.
Keutamaan Hari Arafah: Pintu Langit Terbuka
Hari Arafah dikenal sebagai hari paling utama untuk beribadah, bahkan dikatakan lebih mulia dari jihad sekalipun—kecuali bagi mereka yang gugur di jalan Allah dengan seluruh jiwa dan hartanya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak ada amal yang lebih utama daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.” (HR Ibnu Majah)
Bukan hanya itu, Hari Arafah juga menjadi saat ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
“Tidak ada hari ketika Allah membebaskan lebih banyak hamba dari neraka daripada Hari Arafah. Dia mendekat kepada mereka dan membanggakan mereka kepada para malaikat.” (HR Muslim)
Keutamaan yang luar biasa ini menjadikan Hari Arafah sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Banyak ulama sepakat bahwa doa yang dipanjatkan pada hari ini sangat besar kemungkinan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, terutama doa-doa yang tulus dari hati yang berserah diri.
Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Hari Arafah
Agar keberkahan Hari Arafah tidak terlewatkan, ada beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh kaum Muslimin, sebagaimana dirangkum dalam Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah karya Nur Solikhin. Berikut adalah amalan yang dapat dikerjakan:
- Memperbanyak Doa
Hari Arafah adalah waktu paling tepat untuk memanjatkan harapan, pengampunan, dan permintaan kepada Allah. Gunakan waktu ini untuk berdoa sebanyak mungkin, terutama menjelang sore hari hingga terbenam matahari. - Melaksanakan Puasa Arafah
Puasa pada tanggal 9 Zulhijah bagi yang tidak sedang berhaji sangat dianjurkan. Rasulullah bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya (HR Muslim). - Bertakbir Setelah Salat
Takbir dapat dilantunkan setiap selesai salat wajib sejak fajar Hari Arafah hingga akhir hari-hari tasyrik (13 Zulhijah). Ini adalah bentuk syiar Islam yang mengagungkan nama Allah. - Meningkatkan Amal Salih
Hari Arafah juga menjadi momentum untuk memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki hubungan sesama manusia.
Menanti Hari yang Penuh Keberkahan
Hari Arafah bukan hanya tentang peristiwa besar dalam sejarah Islam atau ritual para jemaah haji semata. Lebih dari itu, ia adalah momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mengintrospeksi diri, dan memperbaharui niat dalam beribadah.
Bagi siapa pun yang ingin doanya dikabulkan, Hari Arafah adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan.
Dengan berbekal niat yang tulus dan amal yang ikhlas, semoga doa-doa kita di hari mulia itu dapat menembus langit dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hari Arafah 2025 diperkirakan jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025, meskipun penetapan resminya masih menunggu hasil sidang isbat dan rukyat hilal.
Hari ini adalah salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa dan beramal saleh. Maka, manfaatkan sebaik mungkin hari Arafah dengan memperbanyak ibadah dan memohon segala kebaikan dunia serta akhirat.
***











