News  

Musim Impun Datang Lebih Awal, Nelayan Pantai Baron Raup 2 Kuintal Sekali Menjaring

Musim Impun di Pantai Baron/Foto: ef linangkung

bernasnewsNelayan Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, meraup hasil melimpah dari panen ikan teri (impun). Mereka berhasil menangkap hingga dua kuintal ikan dalam sekali melaut selama musim impun yang datang lebih awal tahun ini.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul mencatat fenomena ini terjadi akibat perubahan suhu air laut dan kondisi gelombang yang mendukung. Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi, mengonfirmasi kemunculan ikan teri lebih cepat dari biasanya.

Musim Impun

“Nelayan biasanya mulai panen impun antara September hingga Oktober saat peralihan musim kemarau ke musim hujan. Tahun ini, ikan teri sudah muncul sejak akhir Mei. Kondisi ini terjadi karena faktor cuaca dan suhu laut yang menghangat,” jelas Wahid.

Wahid menegaskan para nelayan bisa membawa pulang 1 hingga 2 kuintal ikan teri dalam satu kali melaut. Musim impun ini biasanya berlangsung selama dua bulan dan mampu menghasilkan berton-ton ikan.

“Para nelayan langsung menjual ikan hasil tangkapan tanpa melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Penjualan langsung ini mempercepat perputaran ekonomi di tingkat nelayan,” tambah Wahid.

Ia juga menyebut kemunculan ikan teri menandai datangnya musim ikan layur. Ikan layur sebagai predator alami impun akan mulai bermunculan setelah musim impun berakhir.

“Setelah musim impun selesai, biasanya populasi ikan layur meningkat tajam. Ini sudah menjadi pola musiman di perairan selatan Gunungkidul,” katanya.

Jumlah Tangkapan

Nelayan setempat, Mardi, menyampaikan panen ikan teri sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Ia bersama nelayan lain berhasil menangkap hingga 30 kilogram ikan per orang dalam satu kali melaut. Jika dikumpulkan, total tangkapan bisa mencapai dua kuintal.

“Sudah tiga hari ini hasilnya bagus sekali. Setiap nelayan rata-rata bawa pulang 30 kilogram. Kalau dihitung keseluruhan, tangkapannya bisa sampai dua kuintal,” ujar Mardi pada Selasa (27/5/2025).

Mardi mengungkapkan harga ikan teri di tingkat nelayan saat ini berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Ia menyebut panen ini sangat membantu nelayan, terutama saat masa paceklik.

“Harga sedang bagus, hasil tangkapannya juga banyak. Ini rezeki besar bagi kami. Nelayan sangat terbantu, apalagi belakangan cuaca sering tidak bersahabat,” ungkapnya.

Selain impun, Mardi bersama nelayan lain juga menangkap ikan tongkol dan pajung pari. Meski hasilnya tidak sebanyak ikan teri, kedua jenis ikan ini kerap muncul bersamaan saat musim impun tiba.

“Ikan tongkol dan pajung pari juga ikut tertangkap. Biasanya memang muncul bersamaan saat musim teri datang,” tutup Mardi. (ef linangkung)