bernasnews — Sekarang telah bermunculan tren baru resto atau kafe berkonsep holistik, yakni pendekatan yang mempertimbangkan kesatuan dan keseluruhan sistem atau entitas, bukan hanya bagian-bagian yang bersifat parsial yang bertumpu pada sajian menu atau kuliner namun juga keindahan suasana.
Kini hadir Resto Kalibayem di Jogja, resto yang berlokasi di Nestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Tepatnya di pinggir Obyek Wisata Air Rawa Kalibayem. Resto ini menawarkan perpaduan kuliner khas dengan sajian menu lawasan (tradisional) dan menu-menu kekinian.
Suasananya khas alam pedesaan namun dekat dengan perkotaan, ada ruang aktivitas, tempat belanja produk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga penginapan dalam satu gedung dengan bentuk bangunan yang estetik.
Arsitektur gedungnya unik dibangun sesuai dengan kontur tanah, yang terbagi dalam 4 lantai, dua lantai masuk ke bawah (lower ground), lantai utama, dan lantai atas rooftop. Masuk melalui pintu lantai utama Resto Kalibayem, pengunjung langsung disambut ruang display produk khas dari berbagai UMKM DIY dan Jawa Tengah, seperti kain batik, kain lurik, fashion batik, topi klasik, gantungan kunci, tas, hingga hiasan dinding warna-warni.
“Resto Kali Bayem ini resmi dibuka pada tanggal 5 April 2025, resto empat lantai ini menawarkan konsep all in one, satu untuk semua dengan memadukan lawasan (tradisional) dan modern. Bahkan untuk segmen semacam angkringan juga ada di lantai atas rooftop tapi untuk sore – malam,” terang Titin, Staf Manajemen kepada bernasnews, Minggu (25/52025).
Lanjut, Titin menambahkan, setiap lantai konsepnya berbeda-beda. Lantai kedua, lantai di bawah rooftop atau lantai utama sebagai display produk kerajinan, asesoris dan makanan dari UMKM. Dan dua lantai bawah sebagai restonya. “Untuk resto dan ruang UMKM buka dari Jam 07:00 WIB sampai Jam 21:00 WIB, sedangkan untuk yang angkringan atau rooftop, buka Jam 16:00 WIB sampai Jam 23:00 WIB,” beber Titin.
Pihaknya juga berharap keberadaan Resto Kalibayem ini dapat mengembalikan menjadi destinasi wisata air Rawa Kalibayem, yang kini telah bersih dari gulma dan dicat ulang untuk jaya kembali seperti sebelum pandai dan ramai oleh wisatawan maupun para komunitas goweser yang setiap hari libur dan hari Minggu, mengunjungi tempat wisata yang termasuk heritage ini.
Resto Kalibayem juga bisa menjadi pilihan bagi siapa pun wisatawan dan yang ingin menikmati kuliner dengan suasana yang asri dan nyaman, suara desiran angin yang meniup dedaunan rumpun bambu serta gemercikan suara air sungai di sebelahnya menambah suasana syahdu. Juga memanjakan bagi yang berhobi foto selfi.
Untuk menjangkau ini cukup mudah, dari Titik Nol Kota Yogyakarta ke arah Kampus Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), kemudian ke selatan sekitar dua kilometer ditempuh berkisar 15 menit dengan kendaraan roda empat. Soal harga menu cukup ramah bagi kantong mahasiswa, cita rasa tak kalah dengan resto yang lain.
Seperti diketahui bahwa Rawa Kalibayem merupakan bendungan karya Sultan HB VII, dibangun tahun 1941 tempat wisata Kraton Yogyakarta. Pada zaman penjajahan Jepang rawa ini juga sebagai tempat uji coba peralatan perang terutama kapal selam, yang pembuatannya di Paberik Besi Purosani, Yogyakarta. (ted)












