bernasnews — Pada bulan April 2025 lalu, di jalanan Kota Yogjakarta tampak berseliweran transportasi roda tiga baru yang di kenal dengan nama “Maxride” Bajaj. Kehadiran kendaraan sistem aplikasi on line ini cukup menarik perhatian banyak orang untuk tahu dan ingin mencobanya.
Sehingga tidak mengherankan bila ingin naik moda transportasi ini harus sabar menanti datangnya jemputan tersebut karena jumlah armada ini relatif masih sedikit tersedia (belum mencapai 100 unit). Padahal untuk melayani area Yogyakarta yang cukup padat dan ramai, tentu belum dapat menjangkau keseluruhan ruas jalan yang dilalui oleh kendaraan roda tiga ini.
Demikian dikemukakan oleh Indrat Moko, seorang driver Maxride saat ditemui bernasnews, di daerah Gimawang Sinduadi, Kabupaten Sleman, Senin malam (19/5/2025). Awalnya Indratmoko (41 tahun) yang tinggal di Karangwaru Lor Tegalrejo Yogyakarta sehari- hari bekerja buka warung angkringan atau warung santai bersama istri dan tinggal bersama dua anak perempuannya yang masih kecil.
Untuk menambah penghasilan lain Indratmoko pilih bekerja jadi driver Bajaj. Hal ini dipilih karena jenis kendaraan yang bisa muat penumpang dua orang atau tiga orang berbadan kecil, tidak termasuk drivernya. “Jenis kendaraan ini kategori unik, bisa untuk mengatar penumpang di jalan-gang kecil relatif dapat masuk, bahkan kendaraan ini lebih “flexible” dapat dibawa kemana-mana,” ungkap Indrat Moko, yang baru sekitar dua minggu menjalankan profesinya.
Dikatakan, rata-rata penumpang yang dilayani merasa senang lantaran biayanya relatif terjangkau. Untuk saat ini satu kilo meter pertama ongkosnya hanya Rp. 4.000 dan satu kilo meter berikutnya angkosnya sekitar Rp. 3.500. Bahkan kalau saat kondisi hujan penumpang tetap nyaman karena kendaraan ini ada tutup atas dan samping.
“Jika ingin lihat pemandangan di sekitar jalan yang dilalui, tinggal buka penutup terpalnya yang ada samping kanan dan kiri pintu,” imbuh Indrat Moko.
Pengalaman Indratmoko paling jauh mengantar penumpang ke wilayah Jalan Kaliurang KM 14, ke timur. Kendaraan berkapasitas sekitar 200 CC ini cukup mampu melaju di jalan tanjakan, walau pelan- pelan, begitu ungkapnya dengan wajah gembira walau seharian bawa armadanya.
Tentu saja kehadiran moda transportasi baru ini akan menambah pilihan untuk para calon penumpang yang ingin menikmati melihat indahnya kota, melihat obyek-obyek wisata yang berada di dalam Kota Yogyakarta. Atau untuk kebutuhan berangkat dan pulang kerja, kebutuhan untuk belanja ke pasar, ke mall, hotel, kulineran, bahkan untuk kebutuhan ke sekolah pun bisa.
Kendaraan baru ini bisa juga sebagai sarana kendaraan wisata jarak dekat. Selain sebelumnya sudah tersedia jenis angkutan wisata seperti andong, dokar, becak tradisional (genjot kaki), becak motor. Kiranya dengan hadirnya sarana transportasi roda tiga Bajaj baru ini dapat saling melengkapi.
Juga tidak ada yang merasa tersaingi, namun saling meraih rejeki bersama-sama rukun dengan armada online dan armada lain yang sudah ada dengan tetap mampu melayani pengguna jasa dengan nyaman dan aman, sesuai slogan Yogyakarta Berhati Nyaman. (zbd)












