bernasnews – Sebanyak 21 pengurus baru Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Nahdlatul Ulama Kota Yogyakarta resmi dilantik untuk masa khidmat 2025–2029.
Pelantikan berlangsung di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Sabtu, 17 Mei 2025 dan dipimpin langsung oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, Muhammad Saifudin.
Sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama serta perwakilan Pemerintah Kota Yogyakarta turut hadir, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota, Yunianto Dwi Sutono.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan ucapan selamat secara virtual kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia mengapresiasi semangat kepemudaan dalam tubuh GP Ansor dan berharap organisasi ini terus berkontribusi nyata dalam pembangunan kota.
“Selamat dan sukses bagi para pengurus baru. Semoga sukses mengemban amanah, memajukan Ansor, dan berkontribusi dalam membangun Kota Yogyakarta melalui kepemudaan yang unggul, menjunjung nilai keislaman dan kemanusiaan,” ujar Hasto.
Komitmen, Kaderisasi, dan Kolaborasi Strategis
Ketua PC GP Ansor Kota Yogyakarta terpilih, Muhammad Jafar, mengungkapkan rasa syukurnya atas pelantikan ini. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.
“Kami bertekad menjaga soliditas organisasi dan menjunjung tinggi prinsip satu komando. Dalam perjalanan organisasi tentu ada dinamika. Namun kami akan tetap disiplin, satu komando, dan saling menguatkan. Ansor adalah masa depan NU,” ucapnya di hadapan peserta pelantikan.
Muhammad Jafar juga menyoroti pentingnya kaderisasi di tubuh GP Ansor. Ia optimistis bahwa kader-kader yang dilantik hari ini akan menjadi pemimpin strategis di Kota Yogyakarta dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.
Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Yogyakarta, Dr. KH. Yazid Afandi, M.Ag, menyampaikan apresiasi terhadap pelantikan ini. Ia mendorong pengurus baru untuk terus memperkuat kolaborasi dan memperluas proses kaderisasi hingga ke tingkat ranting.
“Organisasi harus menyiapkan regenerasi secara serius. Jangan hanya membawa nama NU, tapi juga nilai dan ajaran NU harus menyatu dalam kehidupan sosial. Ansor harus menjadi garda depan dalam menjaga nilai-nilai Aswaja di masyarakat,” jelasnya.
Dengan pelantikan ini, GP Ansor Kota Yogyakarta diharapkan semakin solid, adaptif, dan progresif. Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan positif serta berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan di Kota Yogyakarta. (el)











