Luar Biasa! Ini Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah, Puasa Sunnah Sebelum Idul Adha

Ilustrasi keutamaan puasa arafah dan puasa tarwiyah sebelum Idul Adha/Unsplash

bernasnews – Pada Bulan Dzulhijjah ada dua puasa sunnah yang memiliki keutamaan bagi yang menjalankan, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah.

Lalu bagaimana cara menjalankannya? Yuk kita simak mengenal lebih dekat Puasa Tarwiyah dan Arafah serta panduan lengkap.

Menjelang perayaan Idul Adha, umat Islam memiliki kesempatan meraih limpahan pahala melalui dua ibadah puasa sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.

Keduanya dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, bulan yang dimuliakan dan menjadi bagian dari momentum spiritual haji.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Dzulhijjah. Pada hari ini, jamaah haji mulai memasuki tahap penting dari ibadah haji, yaitu bersiap-siap untuk wukuf di Arafah.

Sedangkan puasa Arafah dikerjakan sehari setelahnya, pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari wukuf di Padang Arafah—puncak pelaksanaan haji.

Meskipun sangat utama, puasa Arafah hanya dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Jamaah yang tengah berada di tanah suci justru tidak disunahkan berpuasa pada hari Arafah, agar dapat lebih fokus dan kuat menjalani ibadah wukuf.

Kisah yang melatarbelakangi disyariatkannya puasa Tarwiyah dan Arafah berakar dari sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihissalam.

Dalam sebuah mimpi yang terus berulang, beliau menerima perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.

Perintah yang sulit dipercaya ini membuat beliau merenung dan mempertimbangkan secara mendalam. Itulah mengapa tanggal 8 Dzulhijjah disebut sebagai “Tarwiyah”, yang berarti berpikir-pikir.

Pada akhirnya, ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah tersebut dengan penuh ketaatan, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba dari surga.

Kejadian ini menjadi tonggak awal ibadah kurban dan simbol ketaatan sempurna kepada Sang Pencipta. Hingga kini, semangat itu dikenang dengan melaksanakan puasa pada hari-hari tersebut.

Keutamaan Puasa Arafah dan Tarwiyah

1. Ganjaran Setara dengan Kesabaran Nabi

Dalam sebuah riwayat yang dikutip dari kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais, disebutkan bahwa siapa pun yang berpuasa di hari Tarwiyah akan diganjar dengan pahala seperti kesabaran Nabi Ayyub Alaihissalam atas ujian yang menimpanya. Sedangkan puasa Arafah memberi pahala sebanding dengan amalan Nabi Isa Alaihissalam.

2. Penghapus Dosa Masa Lalu dan Masa Depan

Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa, yaitu menghapus dosa-dosa kecil selama dua tahun sekaligus—satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang…” (HR Muslim no. 1162).

3. Hari Pembebasan dari Api Neraka

Tidak ada hari yang lebih banyak membebaskan manusia dari api neraka selain hari Arafah. Hal ini dikuatkan dalam hadits dari Imam Muslim yang menyatakan bahwa Hari Arafah adalah saat paling banyak Allah membebaskan hamba-Nya dari siksa neraka.

4. Pahala Melebihi Jihad

Dalam sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, Tirmidzi, dan Ahmad, disebutkan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih Allah cintai dibandingkan jihad, kecuali jihad yang disertai pengorbanan jiwa dan harta hingga mati syahid.

5. Doa yang Mustajab

Ustaz Rusdianto dalam Langsung Hafal dan Paham Qiyamul Lail menegaskan bahwa doa-doa yang dipanjatkan pada hari Tarwiyah dan Arafah sangat berpeluang dikabulkan oleh Allah. Maka dari itu, momen ini hendaknya diisi dengan dzikir, istighfar, serta munajat mendalam.


Panduan Lengkap Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Agar puasa sunnah ini diterima dengan sempurna, berikut panduan yang bisa diikuti:

1. Niat yang Tulus

Niat merupakan syarat utama dalam setiap amal ibadah. Berikut lafaz niat untuk kedua puasa sunnah tersebut:

  • Niat Puasa Tarwiyah:
    Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala
    (Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala)
  • Niat Puasa Arafah:
    Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala
    (Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala)

2. Sahur Sebelum Fajar

Sahur bukan sekadar makan sebelum imsak, tapi juga bagian dari sunah Rasulullah SAW. Dalam hadis disebutkan:
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari)

Sahur memberi tenaga untuk berpuasa dan membuka kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa serta dzikir di waktu penuh keberkahan.

3. Menjaga Diri dari Perbuatan Tercela

Berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus, namun juga menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal buruk seperti berkata kotor, bergunjing, marah, ataupun melakukan hal yang dapat mengurangi pahala.

4. Menyegerakan Berbuka Puasa

Ketika waktu Maghrib tiba, bersegeralah untuk berbuka. Doa berbuka yang dianjurkan Rasulullah adalah:
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu. Birahmatika yaa arhamar roohimin.
(Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang)

Penutup

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan anugerah istimewa bagi kaum Muslimin yang tidak menunaikan ibadah haji.

Meski hanya sunnah, keduanya membawa pahala luar biasa yang tidak boleh dilewatkan. Dengan memahami makna, keutamaan, dan tata cara pelaksanaannya, semoga kita bisa meraih keberkahan Dzulhijjah dengan optimal.

Jadikan dua hari ini sebagai momentum muhasabah, meningkatkan amal, dan memperbanyak doa agar segala harapan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga ibadah kita diterima dan dosa-dosa kita diampuni.

***