Ramai Tren Finding Safno di Jogja, Apa Artinya? Berhubungan dengan TikToker Dilan Janiyar

Ilustrasi tren Finding Safno di Jogja yang sedang viral di TikTok, artinya apa?/Unsplash

bernasnews – Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah tren baru yang menggelitik rasa penasaran warganet: Finding Safno.

 

Tren yang belakangan muncul di TikTok ini bukan sekadar candaan, tetapi merupakan respons kolektif netizen terhadap drama rumah tangga publik figur TikTok asal Yogyakarta, Dilan Janiyar, dan mantan suaminya, Safnoviar Tiasdi atau yang dikenal dengan nama Safno.

Dari Rumah Tangga Harmonis ke Drama Digital

Dilan Janiyar dan Safno sebelumnya dikenal sebagai pasangan selebgram yang kerap membagikan potret kebahagiaan rumah tangga mereka.

Melalui akun TikTok dan Instagram, keduanya tampil mesra dan romantis, menciptakan gambaran ideal pasangan muda yang harmonis. Banyak pengikut mereka menganggap pasangan ini sebagai relationship goals.

Namun, di balik unggahan manis tersebut, ternyata tersembunyi kisah pahit yang akhirnya terungkap ke publik. Dilan secara terbuka mengumumkan bahwa ia memutuskan untuk bercerai setelah mengetahui sang suami berselingkuh.

Pengakuan ini disampaikan melalui konten media sosial dan podcast yang langsung mencuri perhatian publik.

Skandal Perselingkuhan yang Mengundang Empati

Dalam keterbukaannya, Dilan menceritakan bahwa sang mantan suami menjalin hubungan dengan beberapa perempuan lain selama pernikahan mereka.

Pengakuan itu menjadi pemicu utama viralnya kisah mereka di TikTok. Respons warganet pun beragam, namun sebagian besar menunjukkan empati dan dukungan terhadap Dilan.

Perubahan drastis dalam persepsi publik terhadap Safno pun tak bisa dihindari. Sebelumnya dikenal sebagai sosok penyayang dan suportif, kini Safno justru menjadi sasaran kritik tajam.

Warganet merasa kecewa dan marah, lalu melampiaskannya melalui berbagai unggahan yang menyindir dan mengejek Safno.

Munculnya Tren Finding Safno

Tak lama setelah skandal ini mencuat, netizen pun menciptakan tren baru yang diberi nama Finding Safno. Istilah ini merujuk pada “pencarian” secara simbolik terhadap Safno, yang dikaitkan dengan keinginan publik untuk melihat pertanggungjawaban moral atas tindakan yang dilakukan.

Tren ini bermula dari video-video TikTok yang menunjukkan orang-orang bercanda akan pergi ke Yogyakarta hanya demi “ikut Finding Safno.”

Ada pula yang menulis caption seperti, “Doain minggu depan ke Jogja buat Finding Safno.” Meski terdengar seperti guyonan, tren ini sejatinya mencerminkan bentuk sanksi sosial dalam dunia digital.

Media Sosial dan Budaya Mengadili

Fenomena Finding Safno menjadi cermin bagaimana budaya digital memungkinkan masyarakat untuk secara kolektif “mengadili” seseorang tanpa proses hukum.

Netizen merasa berhak memberikan opini, penilaian, bahkan hukuman sosial hanya berdasarkan informasi yang dibagikan di media sosial.

Dalam konteks ini, Dilan menjadi simbol kekuatan perempuan untuk bersuara, terutama dalam relasi yang dianggap tidak sehat.

Ia menyatakan bahwa keputusannya berbicara bukan untuk membalas dendam, melainkan demi menyuarakan pengalaman banyak perempuan yang mengalami hal serupa namun memilih diam.

Efek Psikologis dan Batas Kemanusiaan

Meski mendapat banyak dukungan, keterbukaan Dilan juga memiliki konsekuensi emosional. Membuka masalah pribadi ke publik dalam skala masif tentu tidak mudah.

Tekanan dari opini publik yang datang silih berganti bisa menimbulkan beban psikologis yang tak ringan.

Bagi sebagian orang, tren Finding Safno memang tampak lucu dan seru untuk diikuti. Namun penting untuk diingat, bahwa di balik layar, terdapat individu yang mengalami dampak nyata dari setiap komentar, candaan, dan penilaian publik.

***