Jadwal Pelaksanaan Haji 2025, Kapan Wukuf dan Lempar Jumrah Dilakukan?

Ilustrasi Jadwal Pelaksanaan Haji 2025, Kapan Wukuf dan Lempar Jumrah/Unsplash

bernasnews – Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji. Lantas, kapan wukuf Arafah saat haji 2025? Simak informasi berikut ini.

Pelaksanaan ibadah haji merupakan momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahunnya, jutaan jemaah berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima ini dengan penuh khidmat.

Agar ibadah berjalan lancar, jemaah perlu mengetahui jadwal pelaksanaan secara rinci, mulai dari waktu keberangkatan hingga puncak ibadah seperti wukuf di Arafah dan lempar jumrah.

Berikut adalah jadwal resmi ibadah haji tahun 2025 yang disusun berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H/2025 M, serta informasi terkait inovasi penyelenggaraan ibadah untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.

Jadwal Wukuf Haji 2025: Puncak Ibadah di Arafah

Wukuf merupakan inti dari rangkaian ibadah haji, di mana seluruh jemaah akan berhenti dan berdiam diri di Padang Arafah. Pada tahun 2025, wukuf dijadwalkan berlangsung pada:

  • Tanggal: 5 Juni 2025
  • Bertepatan dengan: 9 Zulhijjah 1446 H (Hari Arafah)

Momen wukuf ini akan diikuti dengan pelaksanaan lempar jumrah selama hari-hari tasyrik di Mina. Dengan ini, jemaah diharapkan dapat mempersiapkan diri secara fisik maupun spiritual untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

Rencana Perjalanan Haji 2025: Tahapan Lengkap

Berikut rincian lengkap perjalanan haji 1446 H/2025 M dari awal keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air:

Pra-Puncak Haji

  • 1 Mei 2025 (3 Zulkaidah 1446 H)
    Jemaah mulai memasuki asrama haji sebagai persiapan keberangkatan.
  • 2 Mei–16 Mei 2025 (4–18 Zulkaidah 1446 H)
    Pemberangkatan Gelombang I dari Indonesia menuju Madinah.
  • 11 Mei–25 Mei 2025 (13–27 Zulkaidah 1446 H)
    Keberangkatan jemaah Gelombang I dari Madinah ke Makkah.
  • 17 Mei–31 Mei 2025 (19 Zulkaidah–4 Zulhijjah 1446 H)
    Keberangkatan Gelombang II dari tanah air menuju Jeddah.

Menuju Puncak Ibadah

  • 31 Mei 2025 (4 Zulhijjah 1446 H)
    Batas akhir kedatangan jemaah di Arab Saudi (Closing Date KAAIA Jeddah pukul 24.00 WAS).
  • 4 Juni 2025 (8 Zulhijjah 1446 H)
    Perjalanan jemaah dari Makkah menuju Arafah sebagai persiapan wukuf.

Puncak Haji

  • 5 Juni 2025 (9 Zulhijjah 1446 H)
    Pelaksanaan wukuf di Arafah.
  • 6 Juni 2025 (10 Zulhijjah 1446 H)
    Hari Raya Idul Adha sekaligus dimulainya lontar Jumrah Aqabah.

Hari Tasyrik dan Lempar Jumrah

  • 7 Juni 2025 (11 Zulhijjah 1446 H)
    Hari Tasyrik I, pelaksanaan lontar jumrah pertama.
  • 8 Juni 2025 (12 Zulhijjah 1446 H)
    Hari Tasyrik II (Nafar Awal), lempar jumrah dilanjutkan bagi yang memilih untuk meninggalkan Mina lebih awal.
  • 9 Juni 2025 (13 Zulhijjah 1446 H)
    Hari Tasyrik III (Nafar Tsani), jemaah menyelesaikan kewajiban lempar jumrah sebelum meninggalkan Mina.

Tahapan Pemulangan

  • 11 Juni–25 Juni 2025 (15–29 Zulhijjah 1446 H)
    Kepulangan Gelombang I dari Makkah melalui Jeddah ke Tanah Air.
  • 18 Juni–2 Juli 2025 (22 Zulhijjah–7 Muharram 1447 H)
    Keberangkatan Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
  • 26 Juni–10 Juli 2025 (1–15 Muharram 1447 H)
    Pemulangan Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
  • 11 Juli 2025 (16 Muharram 1447 H)
    Kedatangan terakhir jemaah haji Gelombang II di Indonesia.

Inovasi Penyelenggaraan Haji 2025: Skema Murur dan Tanazul

Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan jemaah, Kementerian Agama Republik Indonesia memperkenalkan dua skema strategis yang akan diterapkan selama puncak ibadah Arafah-Muzdalifah-Mina, yakni Murur dan Tanazul.

Tanazul: Meringankan Jemaah di Mina

Tanazul merupakan konsep baru untuk mengatasi kepadatan di Mina saat jemaah menjalankan kewajiban mabit (bermalam). Dalam skema ini:

  • Jemaah yang tinggal di hotel dekat area Jamarat dapat kembali ke hotel setelah melempar Jumrah Aqabah.
  • Mereka akan kembali ke Mina pada malam hari untuk memenuhi kewajiban mabit hingga melewati tengah malam (mu’dzamul lail).
  • Skema ini diutamakan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas guna menjaga keselamatan dan kesehatan.

Murur: Mobilisasi Efisien di Muzdalifah

Murur merujuk pada strategi pengangkutan jemaah dari Arafah tanpa berhenti bermalam di Muzdalifah:

  • Jemaah akan langsung diberangkatkan menuju Mina setelah salat Magrib di Arafah.
  • Sistem ini terbukti efektif mengurangi kepadatan, meminimalkan kelelahan, serta mempercepat mobilisasi, khususnya bagi jemaah yang rentan.

Kedua skema ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan haji sehingga pelaksanaan ibadah tetap aman, tertib, dan nyaman.

Ketentuan Wukuf di Arafah yang Perlu Diperhatikan

Wukuf adalah salah satu rukun wajib yang tidak boleh dilewatkan. Berikut beberapa ketentuan pelaksanaan wukuf menurut Buku Manasik Haji 2025 dari Kementerian Agama:

  • Dilaksanakan setelah khutbah wukuf dan salat jamak qasar taqdim Zuhur serta Asar.
  • Wukuf dilakukan dengan penuh ketenangan, khusyuk, dan tawadhu.
  • Dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri.
  • Memperbanyak zikir, istigfar, bersalawat, dan berdoa sesuai sunah Nabi Muhammad SAW.
  • Tidak diwajibkan dalam keadaan suci dari hadas besar maupun kecil.
  • Wanita dalam kondisi haid atau nifas tetap dapat melaksanakan wukuf.
  • Jemaah sakit yang dirawat di rumah sakit akan difasilitasi melalui proses safari wukuf jika memungkinkan.

Dengan jadwal yang tersusun rapi dan inovasi penyelenggaraan yang terus ditingkatkan, pelaksanaan ibadah haji 2025 diharapkan berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah.

Persiapan yang matang, baik secara fisik, mental, maupun administrasi akan membantu jemaah dalam menunaikan ibadah dengan khusyuk, terutama pada momen krusial seperti wukuf di Arafah dan lempar jumrah di Mina.

Semoga seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi seluruh peserta.

***