News  

Gunungkidul Tetap Waspada Kekeringan, Meski Musim Kemarau Lebih Singkat

Ilustrasi | Kemarau tak ekstrem, BPBD Gunungkidul tetap siaga kekeringan. (Freepik)
Ilustrasi | Kemarau tak ekstrem, BPBD Gunungkidul tetap siaga kekeringan. (Freepik)

bernasnews – Musim kemarau tahun 2025 diperkirakan akan datang lebih awal dan berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana kekeringan dan kebakaran lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung selama lima hingga enam bulan, dimulai pada dasarian kedua bulan Mei. Prediksi ini berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Untuk musim kemarau 2025 ini diperkirakan akan berlangsung sekitar lima sampai enam bulan. Di Gunungkidul sendiri, dasarian kedua bulan Mei diprediksi sudah memasuki musim kemarau. Ini prediksi dari BMKG,” ujar Purwono pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Meski saat ini hujan lokal masih terjadi di beberapa wilayah, perubahan arah angin yang kini dominan dari timur dan tenggara menuju barat menjadi pertanda transisi menuju musim kemarau.

Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang dan berakhir sekitar Oktober.

Kawasan Rawan dan Imbauan Kesiapsiagaan dari BPBD

Purwono menambahkan bahwa kemarau tahun ini tidak tergolong ekstrem. Artinya, hujan ringan masih berpotensi turun meski intensitasnya rendah.

“Musim kemarau tahun ini relatif tidak terlalu kering. Namun wilayah selatan Gunungkidul, seperti kawasan Pegunungan Sewu atau daerah karst, tetap menjadi wilayah yang paling terdampak,” jelasnya.

Meskipun durasi kemarau lebih pendek, BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan kekurangan air bersih maupun risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengimbau agar masyarakat tetap mengaktifkan tandon-tandon air sebagai cadangan apabila hujan benar-benar tidak turun,” tegasnya.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk tidak sembarangan melakukan aktivitas pembakaran, terutama di lahan-lahan kering yang mudah terbakar.

Langkah pencegahan sejak dini dinilai sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana selama musim kemarau berlangsung.***