News  

Viral Video Cacing-Cacing Muncul dari Tanah di Bantul: Menurut BMKG, Tak Terkait Gempa

Cacing Bermunculan dari Tanah di Bantul/Foto: Akun X @merapi_uncover

bernasnews– Sebuah video yang memperlihatkan cacing bermunculan dari dalam tanah di wilayah Bantul, DIY, mendadak viral di media sosial dan menimbulkan beragam spekulasi di kalangan warganet.

Video tersebut muncul di akun X (dulu Twitter) @merapi_uncover dengan narasi, “Fenomena pagi ini, banyak cacing keluar dari dalam tanah. Lokasi: Bantul.”

Unggahan ini memicu berbagai reaksi. Beberapa warganet mengaitkannya dengan potensi bencana alam, seperti gempa bumi atau aktivitas vulkanik.

Akun @gen Z speak menulis, “Awas gempa atau aktivitas vulkanik.” Sementara itu, akun lain, @ducci dys, menyebut, “Bukannya kayak gini karena beberapa hari cuaca panas banget, lalu turun hujan. Paginya cacing pada keluar.”

Menanggapi hal tersebut, pengamat gempa BMKG DIY, Nugroho Budi Wibowo, memberikan penjelasan bahwa fenomena itu tidak berkaitan dengan aktivitas seismik atau pertanda akan terjadi gempa bumi.

Fenomena tersebut berhubungan dengan suhu permukaan tanah yang meningkat dan umum terjadi pada masa transisi musim.

“Tidak ada hubungan langsung dengan fenomena akan terjadinya gempa bumi,” ujar Nugroho saat dikonfirmasi, Sabtu (3/5/2025)

Ia menjelaskan lebih lanjut, fenomena cacing keluar ke permukaan tanah merupakan dampak alami dari perubahan cuaca, terutama pada masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Dari kondisi tanah yang lembab (di musim hujan) yang membuat perkembangan cacing intensif, kemudian tanah mulai mengering dan suhu meningkat. Kondisi ini memaksa cacing tanah mencari tempat yang lebih lembab dengan keluar ke permukaan,” terangnya.

Dengan demikian, masyarakat sebaiknya tidak panik dan mengaitkan fenomena tersebut dengan prediksi bencana. BMKG menyatakan akan terus melakukan pemantauan rutin dan memberikan informasi resmi jika terjadi aktivitas seismik yang signifikan.

Fenomena cacing keluar dari tanah ini merupakan gejala alami yang sering terjadi di masa transisi musim dan tidak perlu khawatir secara berlebihan. (ef linangkung)

Penulis: E LinangkungEditor: Diannof