News  

Begini Respon Pemangku Wilayah atas Ulah Badut Alkid yang “Menipu”

Penampakan sosok Badut, saat beraksi di pinggiran jalan Kota Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Ada peribahasa mengatakan “karena nila setitik rusak susu sebelangga” yang bermakna lugasnya bahwa satu kesalahan kecil, atau satu titik noda, dapat merusak keseluruhan. Hal itu seperti yang dilakukan oleh seorang oknum badut, di Alun-alun Kidul (Alkid), Yogyakarta.

Karena ulah dari oknum badut yang dianggap “menipu”, seorang pengunjung Alkid yang merasa menjadi korban, pengalamannya itu diunggah di sebuah akun media sosial merapi_cover. Bunyi lengkap unggahan tersebut sebagai berikut,

Izin min, 28 April pukul 20:45 WIB alun alun kidul, telah terjadi penipuan berkedok badut. Niat awal mau kasih duit cuma2 dan minta foto sekali, eh malah diarahin si badut suruh ganti ganti pose suruh sendiri2 gantian. Disini sudah agak curiga kok malah kita yg di arah2 in ya? Lama bgt sampe 5 gaya 1 anak. Dan ternyata selesai foto dia narif satu anak 10rb.

Hah helooowwwwwwww disitu merasa tercengang kok gak bilang dari awal. Kita yg tadinya niat sedekah malah jengkel berasa di bohongi min. Yg kayak gini marai orang2 males datang ke tempat2 kyk gitu. Dan saya perhatikan pun banyak yg ketipu gitu kasian min.

Unggahan itu telah disuka oleh lebih dari 6.000 nitzen dan mendapatkan komen sejumlah 300 lebih. Juga telah mendapat respon dari pengampu wilayah setempat oleh Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton Drs. Sumargandi, M.Si.

“Terimakasih informasinya. Saya akan tindaklanjuti bersama dengan Forkompimtren bersama BKO Sat. Pol. PP, Paguyuban Paparazy (Paguryuban Pelaku Pariwisata) Alkid untuk melakukan pembinaan,” terang Sumargandi, saat dikonfirmasi bernasnews, Selasa (29/4/2025).

Selain lewat Paguyuban Paparazy yang secara langsung setiap hari mengkoordinasikan para pelaku usaha Alkid. “Rencana juga akan turun langsung untuk konfirmasi identitas dan melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Panembahan Gumregah Y. Sri Susilo memberikan tanggapan, jika benar-benar terjadi ulah oknum badut tersebut tidak terpuji. Seharusnya diinformasikan sejak awal jika berfoto dengan badut berbayar.

“Perbuatan tersebut dapat menjadi promosi yang buruk bagi Alkid sebagai salah satu tujuan wisata di Kota Yogyakarta. Seharusnya pelaku wisata di Alkid tetap menjaga etika dan citra sehingga Alkid tetap menarik bagi wisata domestik,” ujar Susilo, pelaku pariwisata yang juga seorang dosen PTS ternama di Jogja. (ted)