bernasnews – Dalam kalender Islam, bulan Zulkaidah atau Dzulqa’dah menempati posisi istimewa sebagai bulan ke-11 dari 12 bulan Hijriah.
Pada tahun ini, umat Islam mulai memasuki bulan Zulkaidah sejak hari Kamis, 9 Mei 2024, bertepatan setelah berakhirnya bulan Syawal.
Sebagai bulan yang dimuliakan dalam Islam, Zulkaidah memiliki banyak keutamaan serta amalan yang dianjurkan untuk dilakukan.
Bulan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Makna di Balik Nama Zulkaidah
Secara etimologis, istilah “Dzulqa’dah” berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata qu’ud yang berarti ‘duduk’.
Nama ini mencerminkan tradisi masyarakat Arab kuno yang pada bulan ini memilih untuk menghentikan peperangan dan beristirahat. Karena itulah, Zulkaidah dikenal sebagai bulan damai, tanpa peperangan, yang penuh dengan ketenangan dan kedamaian.
Keutamaan Bulan Zulkaidah yang Patut Diketahui
Memasuki bulan ini, umat Islam disarankan untuk memahami berbagai keutamaannya agar dapat menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Berikut beberapa keutamaan besar bulan Zulkaidah:
1. Termasuk dalam Empat Bulan yang Dimuliakan Allah
Salah satu keutamaan utama bulan Zulkaidah adalah bahwa ia tergolong dalam empat bulan suci dalam Islam, bersama dengan Zulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dalam surat At-Taubah ayat 36, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan.” (QS At-Taubah: 36)
Dalam bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih memperbanyak amal kebaikan dan menghindari perbuatan dosa.
2. Salah Satu dari Tiga Bulan Haji
Selain termasuk bulan mulia, Zulkaidah juga menjadi bagian dari musim haji, bersama Syawal dan sepuluh hari pertama Zulhijjah. Berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 197, Allah berfirman:
“Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi.” (QS Al-Baqarah: 197)
Artinya, ibadah haji yang dimulai sejak bulan ini dianggap sah. Ihram yang dilakukan di luar ketiga bulan ini tidak sah untuk pelaksanaan haji.
3. Bulan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Melaksanakan Umrah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tercatat melaksanakan empat kali umrah, dan semuanya—kecuali umrah yang bersamaan dengan haji—dilakukan pada bulan Zulkaidah. Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menyebutkan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan empat kali umrah, semuanya pada bulan Dzulqa’dah, kecuali umrah yang digabungkan dengan haji beliau.” (HR. al-Bukhari)
Momentum ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Zulkaidah untuk melaksanakan ibadah umrah.
4. Termasuk 30 Malam yang Disebut dalam Al-Qur’an
Allah subhanahu wa ta’ala juga menyebutkan bulan Zulkaidah dalam kisah Nabi Musa ‘alaihissalam. Dalam surat Al-A’raf ayat 142 disebutkan:
“Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) setelah berlalu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan dengan sepuluh malam lagi.” (QS Al-A’raf: 142)
Tiga puluh malam pertama ini dimaknai sebagai bulan Zulkaidah, sebelum disempurnakan dengan sepuluh malam Zulhijjah.
5. Pahala Puasa Sunah di Bulan Ini Lebih Tinggi
Bulan Zulkaidah juga memberikan keutamaan bagi siapa saja yang menjalankan puasa sunah. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah, disebutkan anjuran untuk berpuasa di bulan-bulan haram, termasuk Zulkaidah:
“Berpuasalah di bulan-bulan haram dan tinggalkanlah sebagian.”
Puasa sunah di bulan ini membawa pahala yang lebih besar dibanding bulan-bulan biasa lainnya.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Zulkaidah
Agar dapat meraih keutamaan yang berlimpah, ada beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan sepanjang bulan Zulkaidah:
1. Berpuasa Sunah
Memanfaatkan bulan suci ini dengan berpuasa sunah akan mendatangkan ganjaran besar. Puasa pada bulan-bulan mulia seperti Zulkaidah menunjukkan ketakwaan seorang Muslim.
2. Melaksanakan Haji atau Umrah
Bagi yang memiliki kelapangan rezeki, melaksanakan ibadah haji atau umrah di bulan ini sangat dianjurkan. Ini juga meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
3. Memperbanyak Doa dan Zikir
Bulan Zulkaidah adalah saat yang tepat untuk memperbanyak doa dan zikir. Secara khusus, malam ke-15 Zulkaidah disebut sebagai waktu mustajab untuk berdoa, di mana Allah akan mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon.
Mari manfaatkan bulan penuh kemuliaan ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memperbanyak ibadah, serta meninggalkan segala perbuatan maksiat.***












