bernasnews – Simak contoh doa syukuran keberangkatan haji atau yang disebut juga walimatussafar haji.
Walimatussafar haji adalah tradisi mulia yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Muslim di Indonesia. Acara ini diadakan sebelum keberangkatan jemaah haji ke Tanah Suci Mekkah sebagai bentuk syukuran dan momen berpamitan.
Dalam suasana penuh haru dan kekhusyukan, keluarga, kerabat, dan tetangga berkumpul untuk mengantar dan mendoakan calon jemaah haji.
Tradisi ini bukan hanya menjadi acara syukuran, tetapi juga menjadi momen penuh makna untuk berpamitan, memohon doa, serta meminta maaf kepada keluarga, tetangga, dan kerabat terdekat.
Dalam walimatussafar, terdapat doa-doa khusus yang dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, dan kelancaran ibadah calon jemaah haji.
Bagi umat Islam di Indonesia, doa-doa dalam walimatussafar memiliki nilai spiritual yang tinggi. Selain menjadi pengingat akan pentingnya niat dan keikhlasan dalam berhaji, doa-doa ini juga menjadi wujud kepasrahan kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dalam setiap langkah perjalanan.
Artikel ini akan membagikan tiga teks doa syukuran keberangkatan haji lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya.
Makna dan Tujuan Walimatussafar Sebelum Keberangkatan Haji
Walimatussafar berasal dari dua kata: walimah yang berarti jamuan atau undangan, dan safar yang berarti perjalanan.
Dalam konteks ibadah haji, walimatussafar adalah acara tasyakuran dan doa bersama yang dilakukan oleh calon jemaah haji sebelum mereka berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Tujuan utama dari walimatussafar antara lain:
- Mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berhaji.
- Memohon doa restu dari keluarga dan masyarakat sekitar.
- Mempererat ukhuwah dengan saling memaafkan.
- Mendoakan agar perjalanan dan ibadah haji berjalan lancar serta diterima oleh Allah SWT.
Dalam acara walimatussafar, biasanya diadakan pengajian, pembacaan doa, ceramah agama, hingga makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan keberkahan.
Doa Keselamatan Perjalanan Haji
Teks Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ لِصَاحِبِنَا هَذَا فِي سَفَرِهِ هَذَا الْبَرَكَةَ وَالسَّلَامَةَ وَالْيُسْرَ وَالْقَبُولَ فِي الْحَجِّ وَالْمَبْرُورِ وَالسَّعْيِ الْمَشْكُورِ وَالذَّنْبِ الْمَغْفُورِ
Latin:
Allahumma inna nas’aluka lishaahibinaa hadzaa fii safarihi hadzal-barakata was-salaamata wal-yusra wal-qabuula fil-hajji wal-mabruuri was-sa’yiil-masykuuri wadz-dzanbil-maghfuuri.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu untuk saudara kami ini dalam perjalanannya ini keberkahan, keselamatan, kemudahan, dan penerimaan ibadah haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dan dosa yang diampuni.”
Doa Permohonan Keberkahan dan Kemudahan Ibadah Haji
Teks Arab:
اللَّهُمَّ يَسِّرْ حَجَّهُ، وَتَقَبَّلْهُ مِنْهُ، وَارْزُقْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Latin:
Allahumma yassir hajjahu, wataqabbalhu minhu, warzuqhu hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran wa dzanban maghfuuran.
Artinya:
“Ya Allah, mudahkanlah hajinya, terimalah amalannya, anugerahkanlah kepadanya haji yang mabrur, sa’i yang penuh syukur, dan ampunilah segala dosanya.”
Doa Untuk Keluarga yang Ditinggalkan
Teks Arab:
اللَّهُمَّ احْفَظْ أَهْلَهُ وَمَالَهُ، وَرُدَّهُ إِلَيْنَا رَدًّا جَمِيلًا
Latin:
Allahumma ihfaz ahlahu wa maalahu, waruddahu ilaynaa raddan jamiilan.
Artinya:
“Ya Allah, jagalah keluarga dan hartanya yang ditinggalkan, dan kembalikanlah ia kepada kami dengan kembalinya yang indah.”
Tata Cara Pelaksanaan Walimatussafar Haji
Walimatussafar tidak memiliki aturan baku dalam syariat, namun tradisi ini dijalankan dengan adab dan nilai-nilai Islami. Berikut tata cara umum pelaksanaan walimatussafar:
1. Mengundang tetangga, kerabat, dan tokoh agama. Acara ini biasanya bersifat terbuka, baik untuk keluarga besar maupun masyarakat sekitar.
2. Membuka acara dengan bacaan ayat suci Al-Quran.
3. Penyampaian tausiyah atau ceramah singkat. Biasanya mengangkat tema tentang keutamaan ibadah haji dan pentingnya menjaga niat.
4. Pembacaan doa-doa untuk calon jemaah haji.
5. Saling memaafkan dan berpamitan. Calon jemaah biasanya memohon maaf dan restu dari hadirin.
6. Penutupan dan ramah tamah. Biasanya diakhiri dengan jamuan makanan sebagai bentuk syukur.
Doa syukuran keberangkatan haji dalam tradisi walimatussafar menjadi ungkapan keikhlasan dan pengharapan agar ibadah yang akan dijalankan diterima Allah SWT.
Selain menjadi bentuk rasa syukur, doa-doa ini juga mencerminkan nilai-nilai solidaritas, ukhuwah Islamiyah, serta semangat saling mendoakan di antara sesama muslim.
Semoga tiga teks doa yang telah disampaikan dapat menjadi referensi bagi siapa pun yang akan melaksanakan walimatussafar haji. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan keberkahan kepada para jemaah haji serta menerima setiap amal ibadah yang mereka lakukan di Tanah Suci.
***












