bernasnews – Keuskupan Agung Semarang (KAS) akan menggelar Misa Requiem untuk mengenang dan mendoakan arwah Paus Fransiskus.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu yang wafat pada Senin, 21 April 2025, waktu setempat. Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhirnya di usia 88 tahun.
Kabar duka ini mengguncang umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang turut berbelasungkawa atas kepergian tokoh penting dalam sejarah Gereja.
Mengenang Sosok Paus Fransiskus
Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio, merupakan Paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik Roma.
Ia menjadi Paus pertama yang berasal dari Argentina dan juga pemimpin Gereja Katolik pertama dari kawasan Amerika Latin. Diangkat pada Maret 2013 menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri, Paus Fransiskus dikenal karena gaya hidupnya yang sederhana, semangat reformasi, serta keberpihakannya kepada kaum miskin dan terpinggirkan.
Selama lebih dari satu dekade masa kepemimpinannya, Paus Fransiskus dikenal vokal dalam isu-isu keadilan sosial, perubahan iklim, dialog antaragama, dan reformasi internal Gereja. Ia menjadi simbol pemimpin agama yang inklusif, terbuka, dan penuh kasih.
Jadwal Misa Requiem di Indonesia
Meninggalnya Paus Fransiskus turut mendorong berbagai keuskupan di Indonesia untuk mengadakan Misa Requiem sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan.
Keuskupan Agung Semarang menjadi salah satu yang pertama mengumumkan secara resmi jadwal Misa Requiem.
Misa Requiem ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 23 April 2025 pukul 18.00 WIB di Gereja Katedral Semarang, seperti yang diumumkan melalui akun Instagram resmi @katedralsemarang.
Perayaan ekaristi ini akan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko, dan terbuka bagi seluruh umat Katolik serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Berikut informasi lengkapnya:
Hari/Tanggal: Rabu, 23 April 2025
Waktu: Pukul 18.00 WIB
Tempat: Gereja Katedral Semarang, Jalan Pandanaran No. 9, Semarang
Dipimpin Oleh: Mgr Robertus Rubiyatmoko (Uskup Agung Semarang)
Umat diimbau untuk hadir dengan penuh hormat dan kekhidmatan, mengenakan pakaian sopan serta menyesuaikan diri dengan suasana duka yang menyelimuti seluruh Gereja Katolik.
Simbol Kesatuan dan Doa Bersama
Misa Requiem ini tidak hanya menjadi momen doa bagi arwah Paus Fransiskus, tetapi juga menjadi simbol kesatuan umat Katolik dalam menghadapi kehilangan besar.
Banyak umat menyampaikan duka cita dan kenangan mereka atas jasa besar Paus Fransiskus yang telah memberikan inspirasi rohani bagi jutaan orang di berbagai belahan dunia.
Keuskupan Agung Semarang mengajak seluruh umat untuk bersama-sama mendoakan agar arwah Paus Fransiskus beristirahat dalam damai abadi, dan semoga Gereja Katolik tetap diberi kekuatan untuk melanjutkan misi cinta kasih yang diwariskan oleh beliau.
Untuk informasi terbaru terkait misa-misa lainnya dan pengumuman resmi dari KAS, masyarakat dapat mengikuti kanal media sosial resmi Keuskupan Agung Semarang dan Gereja Katedral Semarang.












