News  

Anggur Orang Tua Hentikan Produksi Anggur Merah Kaliurang dan Anggur Hijau Parangtritis

Produk anggur merah kaliurang dan anggur hijau parangtritis yang sempat menuai polemik kini telah ditarik oleh Anggur Orang Tua. foto: istimewa

bernasnewsProdusen minuman beralkohol ternama, Anggur Orang Tua, mengambil langkah tegas dengan menghentikan produksi dua produk mereka yang kontroversial: Anggur Merah Kaliurang dan Anggur Hijau Parangtritis. Keputusan ini diambil menyusul gelombang protes dari masyarakat dan pemerintah daerah yang merasa nama-nama kawasan ikonik tersebut tidak layak disematkan pada produk alkohol.

“Menanggapi respon masyarakat terhadap penggunaan kata ‘Kaliurang dan Parangtritis’ pada minuman beralkohol, kami telah menghentikan produksi dan memastikan pengusaha lokal tidak menjual produk tersebut,” ujar Head Marketing Division OT Group, Daniel dalam keterangan kepada bernasnews, Selasa (22/4/2025).

Lebih lanjut, Daniel menyampaikan bahwa pihaknya telah memutus kerja sama dengan pengusaha lokal yang terlibat, serta meminta agar seluruh produk yang telah terlanjur beredar segera ditarik dari pasaran. 

“Produsen minuman beralkohol juga telah menghentikan kerjasama dengan pengusaha lokal dan meminta untuk menarik produk serta memastikan produk tidak beredar di pasar,” tambahnya.

Untuk diketahui, penghentian ini menyusul ultimatum yang sebelumnya dikeluarkan Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Ia menuntut agar penggunaan nama Kaliurang pada minuman keras dihentikan. 

“Berkaitan dengan nama Kaliurang, kami pemerintah amat sangat keberatan dan menolak kalau Kaliurang sebagai merek dagang khusus untuk minuman beralkohol,” tegas Harda pada Senin (21/4/2025).

Tak hanya itu, Pemkab Sleman telah melayangkan somasi kepada perusahaan yang memproduksi Anggur Merah Kaliurang, yakni PT Perindustrian Bapak Djenggot, untuk segera mengganti nama produk. Sebagai bentuk tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah mengirim surat resmi kepada Kementerian Hukum dan HAM agar proses verifikasi merek dihentikan.

Sementara itu, Forum Masyarakat Kaliurang dan Sekitarnya (FORMAKs) menyatakan gelombang keberatan semakin membesar setelah produk itu menjadi viral di media sosial. 

“Kita selalu berkampanye untuk daerah kami supaya bebas narkoba dan minuman keras. Tetapi ini justru tempat kami dipakai untuk merek minuman keras sehingga masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat keberatan tentang hal itu,” jelas Ketua FORMAKs, Farchan Hariem.

Dengan langkah penghentian ini, Anggur Orang Tua berharap dapat meredam polemik dan menunjukkan komitmennya dalam menghormati nilai-nilai lokal serta aspirasi masyarakat daerah.