bernasnews — Penampilan siswa siswi TK Negeri 3 Yogyakarta ada yang berbeda daripada hari biasa, hari ini mereka berbusana daerah dan tampak ceria untuk ikuti acara Syawalan 1446 H dan Memperingati Hari Kartini, di aula sekolah setempat, Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Senin (21/4/2025).
Acara dengan tema “Mari Saling Memaafkan dan Mempererat Tali Silaturahmi” ini, dihadiri oleh segenap orang tua wali murid, guru dan karyawan TK Negeri 3 Yogyakarta. Juga hadir perwakilan warga sekitar sekolah, Ketua RT 24 dan Ketua RT 26 Suryoputran.
Dalam sambutannya Plt. Kepala Sekolah Rini Pujihastuti, S.Pd., M.d yang diwakili oleh Ibu guru Riyanti mengatakan, bahwa acara Syawalan dan Memperingati Hari Kartini diselenggarakan atas kerjasama antara guru, karyawan, dan segenap wali murid, yang telah direncanakan cukup lama.
“Acara syawalan telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya bertepatan Idul Fitri. Dalam kesempatan ini juga perlu kami sampaikan bahwa sekolah tidak menerima sampah dari rumah. Jadi sampah sekolah hanya benar-benar yang berasal dari sekolah, semacam kertas-kertas bekas, dan sebagainya,” ujarnya.
“Oleh karena itu kami mohon pada para orang tua wali murid dalam menyiapkan bekal makanan dan minuman untuk putra putrinya dengan peralatan yang bisa dibawa pulang kembali. Misal, untuk minum dengan tumbler tempat minum dan makanan silakan memakai kota makan. Jadi tidak ada sampah, demikian pesan dari DLH Kota Yogya,” lanjut ibu guru Riyanti.
Selanjutnya Ketua RT 26 Suryoputran GBW. Imam Karneni yang didaulat untuk mewakili Ketua RW 08 Suryoputran yang berhalangan hadir, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih setiap ada kegiatan semacam ini selalu menghadirkan pengampu wilayah.
“Saya acungi jempol karena TK Negeri 3 Yogyakarta selalu juga berperan untuk mengikuti aktifitas kegiatan yang diselenggarakan oleh Kampung Suryoputran. Yang kedua, kami juga mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan terkait peringatan kenegaraan maupun budaya seperti ini,” ujar Imam, yang juga merupakan sesepuh kampung.
Dalam acara Syawalan 1446 H dan Memperingati Hari Kartini oleh TK Negeri 3 Yogyakarta juga diisi tausyiah singkat oleh Ustad Zainuri Afandi, yang menjabarkan makna syawalan dan tema “Mari Saling Memaafkan dan Mempererat Tali Silaturahmi”.
Menurut Zainuri, penulisan kata syawal sendiri bahwa berdasar kaidah ucapan maupun penulisan dalam bahasa Arabnya bisa dua makna. Yaitu, syawwal bermakna bertambah dan syawal yang berati sarung bantal. “Namun dalam kaitannya acara hari ini, dimaksudkan ibadahnya bertambah usai menjalankan ibadah selama bulan Ramadan,” ucap dia.
“Adapun untuk silaturahmi, bahwa kanjeng Nabi Muhammad SAW pernah berwasiat atau berpesan, bahwa barang siapa kepingin di lapangkan rejekinya dan diperpanjangkan usianya oleh Allah maka perbanyaklah untuk bersilaturahmi. Sebaliknya jika barang siapa memutuskan silaturahmi maka ibadahnya tidak akan diterima,” imbuh Zainuri, yang juga guru agama.
Acara yang dikemas secara sederhana itu, juga diisi dengan unjuk kebolehan anak-anak dengan menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini”. Kemudian pengundian sejumlah doordprize bagi peserta yang beruntung, serta ditutup dengan ikrar syawalan bersama dan salam salaman untuk bermaaf maafan. (ted)












