bernasnews — Memasuki usia yang ke 13 tahun Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM terus melakukan inovasi dalam melayani pasien yang datang ke rumah sakit, dengan didukung oleh dokter – dokter spesialis yang handal dan multi talenta.
Hal itu dikemukakan Direktur Utama RSA UGM Dr. dr. Darwito, S.H., Sp.B., Subso(K) Onk, dalam sambutannya dalam acara peringatan HUT Ke-13 RSA UGM bertempat di Auditorium Kresna, gedung rumah sakit setempat, Jalan Kabupaten, Sleman, Jumat (11/4/2025).
Pihaknya juga mengajak para mitra untuk maju bersama dan tetap mendukung semua progam dan kegiatan RSA UGM.
Acara peringatan ini dihadiri Perwakilan Bupati Sleman, Rektor UGM beserta jajaran dan para pimpinan, perwakilan dari Dinas Kesehatan DIY, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, para Direktur Rumah Sakit Jejaring, Dewan Pengawas dan segenap Diresksi RSA UGM, Forkompinda DIY, para mitra, karyawan dan civitas RSA UGM, serta para tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara selain prosesi peringatan juga disertai acara penandatanganan kerja sama dengan para mitra, seremoni ground breaking Gedung Private Wing, Kardiologi dan Onkologi. Adapun puncak acaranya berupa pagelaran budaya wayang kulit.
Direktur Utama RSA UGM dr. Darwito dalam sambutannya menyampaikan permohonan doa restu dan mengajak para mitra untuk maju bersama. Pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih karena telah mendukung semua progam kegiatan di RSA UGM.
“Kepada ibu Rektor UGM kami juga mengucapkan banyak terima kasih lantaran sebagai owner sudah mendorong dan memotivasi untuk kita maju bersama, memberikan pelayanan, pendidikan dan pengabdian masyarakat,” ungkap dr. Darwito.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K)., Ph.D dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa dengan pembangunan tiga tower di HUT Ke 13 ini RSA UGM ada perkembangan yang luar biasa. Menurut Rektor UGM, pihak universitas akan mendukung dengan berbagai upaya , salah satunya dengan peminjaman dana dengan para mitra.
“Ini merupakan langkah berani dan strategis karena ini baru dilakukan pertama kali oleh sebuah PTN dan diapresiasi oleh kementerian,” ujarnya.
Kata Prof. Ova, inovasi dan bertransformasi menjadi kunci karena masyarakat ke depan membutuhkan perhatian kita bersama, bahkan rumah sakit harus berkonsolidasi ke dalam secara kuat. “Selalu ada inovasi dan sensitif dengan progam eksternal agar kita mampu berkomitmen menjawab problem kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Tantangan yang lain adalah bagaimana menjaga ketahanan alat – alat kesehatan maupun obat – obatan. Pasalnya yang diinginkan adalah menurunkan angka ketergantungan terhadap produk luar negeri dan rumah sakit pendidikan harus menjawab pertanyaan itu.
“UGM senantiasa berperan aktif memperkuat sistem kesehatan baik dari sisi peningkatan SDM, inovasi pelayanan yang dimiliki oleh universitas. Juga penelitian dan teknologi kedokteran. Saya berharap apresiasi yang dilakukan RSA UGM dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat kita dorong terus dan kita dengungkan terus,”pungkas Prof. Ova. (nun)












