bernasnews — SD Negeri Semarangan 2, Sidokaeto, Kepanewon Godean, Sleman bekerja sama dengan Kelompok Pengolahan Sampah Mandiri Sido Makmur Jimborodono berlokasi di Dusun Gancahan, Sidomulyo, Godean, Sleman menyelenggarakan praktek lapangan bagi siswa sekolah tersebut bagaimana mengelola sampah, Selasa (19/11/2024).
Kelompok pengolahan sampah yang telah beroperasi sejak tahun 2022, mengajak siswa SD Negeri Semarangan 2 mempelajari bagaimana mengelola sampah, mulai dari memilah dan memanfaatkan sampah baik yang organik maupun anorganik. Juga belajar tentang pertanian mulai dari menanam, jenis tanamannya, berbagai tanaman hidroponik dan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pengelola Jimborodono Farid kepada bernasnews menjelaskan, bahwa ke depan progres dari tempat ini akan menjadi sekolah sampah yang akan mempelajari bagaimana mengelola sampah mulai dari rumah dan sekolah, yang diterapkan pada anak-anak mulai sejak kecil sudah dibiasakan memilah dan mengelola sampah sejak dini.
“Jimborodono ini selain sebagai pengelola sampah juga tempat pengolahan sampah serta pertanian terpadu, yang mengembangkan beberapa jenis tanaman diantaranya indigofera yang merupakan tanaman pakan ruminansia, tanaman pakan ternak yang berprotein tinggi,”kata Farid.

Pihaknya berharap dengan kegiatan ini bisa untuk mengekpetasi siswa agar sedari awal bisa mengelola sampah mandiri sejak dari rumah dan sekolah. Juga harapannya bisa melebar ke orang tua dan sekolah beserta para gurunya. “Untuk sampah organik yang menjadi pupuk diaplikasikan di tempat ini,” imbuh Farid.
Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Semarangan 2 Widowati N, S.Pd mengemukakan, bahwa tujuan dari outing class ini adalah untuk menambah ilmu yang bermanfaat dan untuk bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari sebagai bekal untuk kehidupan nanti oleh anak – anak didiknya.
“Kegiatan ini merupakan program sekolah yang diadakan lantaran kami akan diajukan sebagai sekolah rintisan Adiwiyata untuk tahun 2025,” ucap Widowati.
“Kegiatan ini diharapkan nantinya anak-anak bisa membedakan dan memilah sampah yang bisa dimanfaatkan agar bisa mengelola sampahnya sendiri dan bisa membawa ilmunya yang didapat untuk diterapkan di sekolah maupun dirumah,”pungkasnya. (nun)











