Dies Natalis Ke-42 UWM: Mengembangkan Budaya Akademik Menuju Kampus Unggul

Acara seremoni penyerahan bantuan satu set gamelan dari Paniradya Keistimewaan DIY kepada UWM. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

bernasnews — Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta tepat menapaki usinya yang ke 42 tahun, kampus yang mempunyai jargon sebagai kampus yang beretika, bermoral dan bermartabat serta kampus yang berbasis budaya menggelar Sidang Senat Terbuka, bertempat di Kampus I, Ndalem Mangkubumen, Kraton, Yogyakarta, Senin (7/10/2024).

Acara sederhana dalam rangka Dies Natalis Ke 42 UWM ini juga diisi orasi  ilmiah oleh Dr. Mukhijab, M.A dosen Fisipol UWM dengan judul “Kuasa Pemilik Media dalam Menarasikan Demokrasi”. Dihadiri oleh pengurus Yayasan Mataram Yogyakarta, para Mitra, Lurah Banyuraden, Lurah Kadipaten, Kapolsek Kraton, Kapolsek Gamping, Damramil Kraton dan Damramil Gamping.

Juga hadir para anggauta Senat UWM, para Dosen dan Tendik, pengurus dan perwakilan alumni UWM, anggauta IWWAMY, para pensiunan UWM serta undangan lainnya.

Selain orasi ilmiah dalam acara itu juga acara seremoni penyerahan satu set gamelan Paniradya Keistimewaan DIY kepada UWM. Gamelan diserahkan oleh Sekertaris Dinas Kebudyaan (Kundha Kabudayan) DIY. Juga acara pemberian penghargaan bagi dosen, karyawan dan mahasiswa berprestasi, serta penghargaan kepada pegawai yang  masa kerjanya sudah mencapai 30 tahun.

Dalam  laporan tahunannya Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec mengawalinya dengan mengutip firman Allah dalam Al Qur’an surat Ar Rahman, “Maka nikmat Tuhanmu  yang manakah  yang engkau dustakan”, dimana dalam surat tersebut lafalnya sampai diulang 31 kali. Maknanya bahwa kita harus mensyukuri nikmat Tuhan lantaran usia yang ke 42 UWM masih tegak berdiri.

“Pada peringatan Dies Natalis kali ini rapat senat terbuka mempunyai arti historis. Lantaran tahun ini merupakan tahun terakhir UWM berada di Komplek Ndalem Mangkubumen. Sebab tahun depan kami  (UWM) sudah pindah di kampus yang baru di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Sleman. Kami pindah dari Kota Yogya ke Kabupaten Sleman,” ujar Prof. Edy.

Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec foto bersama dengan dosen, karyawan dan mahasiswa berprestasi yang memperoleh penghargaan. (Nuning Harginingsih/ bernasnews)

Imbuh Prof. Edy, dalam persaingan yang ketat untuk menjaring mahasiswa, UWM banyak mengalami  pasang surut. Masih beruntung UWM  hanya merosot 30 persen dibanding dengan PTS lain yang bisa mengalami kemerosotan sampai 40 bahkan 50 persen dan ini perlu menjadikan perhatian yang serius.

“Bukan bermaksud mengeluh tetapi kita menyampaikan realitanya bahwa dirasa sangat berat dalam mempeoleh mahasiswa dikarenakan berbagai hal, tidak hanya UWM saja, tapi rata- rata mengalami hal yang sama,” ungkap Prof. Edy.

Menghadapi tantangan yang demikian itu UWM  tidak menyerah, dengan mengingat pesan dari pendiri UWM founding fathers Sri Sultan HB IX  dan pangeran Mangkubumi yang sekarang menjadi Sri Sultan HB X., yang bunyinya “Saya mendirikan Universitas Widya Mataram ini tidak untuk menambah deretan panjang jumlah Pergurusn Tinggi di Yogyakarta. Tetapi saya ingin memberikan alternatif bagi dunia pendidikan di Indonesia”.

“Adapun tema Dies Natalis tahun ini “Mengembangkan Budaya Akademik Menuju Kampus Unggul” adalah mengajak kita untuk mengembangkan budaya akademik yang kuat, serta menegakkan norma – norma akademik dalam proses pendidikannya, untuk dapat menjadi sebuah institusi yang berdaya saing, berkawiltas dan mencapai keunggulan,” tandas Rektor UWM, Prof. Edy.

Sementara itu, dalam orasinya yang berjudul “Kuasa Pemilik Media dalam Menarasikan Demokrasi”, Dr. Mukhijab, M. A mengatakan, bahwa dinamika demokrasi di berbagai belahan dunia termasuk di Indonseia tidak lepas dengan peran media.

Menurutnya, keberadaan media memberikan kontribusi besar tercapainya tiga elemen demokrasi substantif yaitu transparasi, publisitas, dan akuntanbilitas. “Ketika media dengan kerja jurnalistiknya bebas dan independen dalam  menarasikan demokrasi yang sesuai penalaran publik,” ucapnya. (nun)