Menjalin Hubungan Persahabatan, SIS Lakukan Kunjungan Ke SD Marsudirini Boro

Siswa SIS (biru) foto bersama dengan siswa kelas 6 SD Marsudirini Boro, seuasai kegiatan kunjungan persahabatan. (Foto: Kiriman Ika Ayu)

bernasnews — Sejumlah siswa dan guru dari Singapore Intercultural School (SIS) melakukan kunjungan ke SD Marsudirini Boro, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Senin (23/9/2024). Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin hubungan persahabatan dan saling bertukar pikiran tentang sekolah masing – masing.

Sebanyak 29 siswa kelas 8 dan 3 guru pendamping dari SIS, para siswanya tidak hanya dari Indonesia, bahkan sebagaian besar berasal dari luar negri dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka ada yang dari India, Amerika Serikat, Korea, Jepang, Kazakhtan, Inggris, Singapura. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SD Marsudirini menyampaikan tentang keadaan siswa dan juga sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Menurutnya, tentunya segala sarpras (sarana dan prasarana) yang ada sangat berbeda jauh dengan SIS.

Setelah beristirahat sejenak sambil makan “geblek serta tempe sengek” (makanan khas Kulon Progo, red) dilanjutan dengan keliling kelas. Semua siswa SIS masuk kelas, mulai dari kelas 4 sampai dengan kelas 6. Walaupun hanya berkomunikasi sebentar tetapi semua anak, nampaknya merasa senang.

Seusai masuk di ruangkelas 6 maka dilanjutkan acara perkenalan lebih lanjut antara kelas 6 siswa SD Marsudirini Boro dan siswa SIS. Mereka mencoba berkenalan dengan berkomunikasi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang dibantu oleh penerjemah.

Siswa SIS (biru) belajar bersama siswa SD Marsudirini Boro membuat karya ecoprint. (Foto: Kiriman Ika Ayu)

“Suasana menjadi semakin hangat. Anak – anak mulai menjadi dekat satu sama lain, walaupun awalnya siswa kelas 6 SD Marsudirini merasa canggung dan minder. Tetapi akhirnya mereka dengan canda dan tawa hanyut dalam suasana yang menyenangkan. Setelah perkenalan kemudian dilanjutkan dengan games yang sangat seru,” terang Kepala Sekolah SD Marsudirini Boro Theresia Ika Ayu L.N, melalui rilis yang dikirim, Selasa (24/9/2024).

Dikatakan, kegiatan berikutnya yang dilakukan siswa-siswa dari kedua sekolah adalah membuat batik ecoprint. Dalam sesi ini, mereka belajar cara mencetak daun pada kain menggunakan teknik ramah lingkungan. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga alam.

“Kunjungan Singapore Intercultural School (SIS) ke SD Marsudirini Boro tidak hanya memperkuat hubungan antarsekolah, tetapi juga menyoroti pentingnya komunikasi dengan sesama walaupun berbeda bahasa. Juga ramah lingkungan melalui kegiatan ecoprint,” ungkap Ika Ayu.

Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan harapan untuk kolaborasi di masa depan. Dengan semangat persahabatan, kedua sekolah berharap dapat melanjutkan proyek-proyek bersama yang bermanfaat. “Semoga kegiatan ini menambah pengalaman khususnya anak kelas 6 SD Marsudirini Boro agar semakin percaya diri dengan apa yang mereka miliki,” pungkasnya. (*/zbd)