News  

Tim Narash BUV dari UNS Surakarta Juara 1 dalam Divisi Racing Plane KRTI 2024

Suasana lomba KRTI 2024 untuk Divisi Racing Plane, di Lapangan Udara Gading, Playen, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (17/9/2024). Foto: Kiriman Humas UNY.

bernasnews — Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang bertempat di Fakultas UNY Kampus Gunungkidul dan Lapangan Udara Gading, Playen, Kabupaten Gunungkidul, tanggal 12-18 September 2024.

Salah satu yang dilombakan dan prestisius bagi pesertanya adalah Divisi Racing Plane. Pasalnya dalam kategori Divisi Racing Plane inimemberikan tantangan untuk merancang, membuat dan menerbangkan wahana terbang fixed-wing yang dapat terbang cepat pada lintasannya, namun dengan memperhatikan kualitas rancangan dan pembuatannya agar konstruksi serta konsumsi energinya tetap efisien.

Lomba ini mengangkat tema FAT (Fast And on Track), yaitu tercepat dan on track pada lintasan, yang diselenggarakan di tempat yang sama, Selasa (17/9/2024). Diikuti oleh 24 tim dari 24 perguruan tinggi se-Indonesia.

Menjelang babak final, berikut delapan tim Divisi Racing Plane yang beradu strategi dan teknis diantaranya Tim Jatayu Politeknik Negeri Bali, Tim Aerokreasi RP Universitas Brawijaya Malang, Tim Bayu Caraka ITS Surabaya, Tim Cakrawala Universitas Negeri Malang, Tim Narash BUV UNS Surakarta, Tim Biantara RP Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Tim Frigate APTRG Universitas Telkom dan Tim Aswaja Robotika Universitas Hasyim Asy’ari Jombang.

Divisi Racing Plane hanya terdiri dari satu kelas, yaitu kelas bebas, dengan penggerak harus berbasis motor elektrik dan bilah propeller/fan dari bahan nonlogam. Wahana terbang harus dibuat sendiri. Wahana terbang harus melakukan take-off menggunakan launcher.

Teknik pendaratan juga tidak dibatasi, namun arah pendaratan harus searah lintasan lepas landas dan harus dapat mendarat pada area yang ditentukan. Juga dipastikan bahwa wahana tidak mengalami kerusakan fatal pada bagian airframe utama. Wahana terbang harus dilengkapi dengan lampu navigasi yang sesuai.

Selanjutnya, tim yang berhasil masuk perempat final yakni Tim Jatayu, Tim Bayu Caraka, Tim Narash BUV, dan Tim Aswaja Robotika. Beberapa tim gagal take off, bahkan ada yang mengalami gangguan teknis. Jalur penerbangan yang ditempuh ialah 700meter yang terbagi atas empat gate. Wahana robot terbang dirancang dengan sistem auto pilot dan dikendalikan dari jarak jauh.

Sementara itu, waktu persiapan yang diberikan panitia sebelum take off yakni 15 menit. Wahana wajib menempuh jarak 1400 meter pulang pergi secara adu cepat dengan tetap berada lurus di lintasan secara autonomous.

Menurut Koordinator Tim Jatayu Mardana, timnya telah melakukan persiapan selama berbulan-bulan. Dengan kerja keras, timnya berhasil masuk di babak seperempat final dan itu sangat mengesankan. “Pada tahun lalu Tim Jatayu mengikuti kontes KRTI di Lampung dan hanya sampai di babak 16 besar. Sehingga, ini adalah pencapaian terbesar untuk timnya,” ujar Mardana, dari Politeknik Negeri Bali.

Berikut peserta KRTI 2024 yang berhasil menjadi juara dalam Divisi Racing Plane adalah, Tim Narash BUV dari UNS Surakarta sebagai Juara 1, Tim Jatayu dari Politeknik Negeri Bali Juara 2, Tim Bayu Caraka dari ITS Surabaya Juara 3 dan Tim Aswaja Robotika Universitas Hasyim Asy’ari Jombang sebagai Juara 4. (*/ ted)