bernasnews — Eco Enzyme adalah cairan serbaguna penyelamat bumi yang merupakan hasil fermentasi dari campuran buah-buahan, sayuran, dan gula yang diolah secara alami. Hal itu dikemukakan oleh Dosen Departemen Pendidikan Kimia FMIPA UNY Regina Tutik Padmaninrum, M.Si selaku Narasumber Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme.
Pelatihan yang dikemas dalam bentuk workshop itu diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan program pendukung sustainabilty kampus hijau UNY. Kegiatan ini diikuti oleh pada lebih dari 20 mahasiswa jenjang S1 dan S2, bertempat di Laboratorium Kimia FMIPA UNY dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Soni Nopembri.
Prof. Soni Nopembri dalam pengantarnya mengemukakan, bahwa workshop ini dilakukan oleh Tim UIGM UNY yang hasil produk nantinya akan dituangkan di beberapa tempat, agar pH air baik dan ikan yang ada di kali tersebut semakin sehat.
“Eco Enzyme merupakan prebiotic yang membuat air semakin sehat. Hasil dari pembuatan Eco Enzyme ini juga akan dijual pada Masyarakat,” kata dia, dalam keterangan yang dikirim melalui Humas UNY, beberapa waktu lalu.
Selanjutnya Regina menjelaskan, bahwa proses fermentasi ini melibatkan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat dan ragi. Hasilnya adalah cairan yang kaya akan enzim dan nutrisi, yang merupakan cairan hasil fermentasi dari campuran buah-buahan, sayuran, dan gula yang diolah secara alami.
“Proses fermentasi ini melibatkan mikroorganisme seperti bakteri asam laktat dan ragi. Hasilnya adalah cairan yang kaya akan enzim dan nutrisi,” ujar dia.

Syarat bahan organiknya adalah 70-80 persen buah/ kulit buah, 20-30 persen sayuran segar, tidak busuk, belum disimpan di kulkas. Juga bersih, tidak kena minyak, tidak terkontaminasi bakteri pathogen, lunak, tidak berkayu dan basah.
Kata Regina, pembuatan Eco Enzyme dibagi menjadi dua versi, yang pertama memakai bahan organik jeruk nipis, tomat, kulit pisang, daun pandan, daun jeruk purut. Sedangkan yang kedua, memakai bahan organik jeruk nipis, tomat, pisang ambon, sedikit daun pandan, dan sedikit daun jeruk purut.
“Alatnya sama yaitu botol (gallon) air mineral bersih dan kering 1500 mL, gula tebu 100 gram, bahan organik 300 gram, serta air 1000 mL,” jelas Regina.
Cara membuatnya, pertama kali bersihkan wadah dari sisa sabun atau bahan kimia lainnya. Kemudian ukur volume wadah dan masukkan air bersih sebanyak 60 persen volume wadah. Kemudian masukkan gula sesuai takaran yaitu 10 persen dari berat air.
Masukkan sisa potongan buah dan sayuran 30 persendari berat air dan aduk rata. Tutup rapat, beri label tanggal pembuatan dan tanggal panen. “Seminggu pertama buka tiap hari penutup wadah untuk membuang gas, dan aduk di hari ke-7 dan ke-30,” ujarnya. (*/ ted)











