News  

Ferry Septha Indrianto Yakin Saat Ini Jadi Momen Positif untuk Wujudkan Aglomerasi Solo Raya

Ketua KADIN Solo, Ferry Septha Indrianto. (Foto: istimewa)

bernasnews – Keterbatasan lahan yang dialami di Kota Solo saat ini untuk investasi menjadi salah satu alasan mengapa aglomerasi Solo Raya perlu segera direalisasikan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Solo, Ferry Septha Indrianto dimana ia tak menepis persoalan itu menjadi semangat bagi pihaknya untuk terus menggaungkan terwujudnya aglomerasi di Solo Raya.

Apalagi Ferry Septha Indrianto menilai saat ini adalah momentum yang tepat bagi Solo Raya untuk menerapkan aglomerasi. Mengingat pemilu serentak dan Pilkada akan segera dilaksanakan, sehingga menjadi kesempatan positif untuk membawa gagasan-gagasan itu untuk menjadi prioritas para pemangku kebijakan kedepannya.

“Upaya Pemerintah lewat pemilu serentak inikan tujuannya supaya sinkron, dari presiden, gubernur sampai ke kepala daerah bupati dan wali kota. Di situlah sinkronisasi juga harus kita lakukan demi menjawab seperti ini, masalah aglomerasi. Sehingga disterupsi yang kita rasakan di kota Solo sudah di depan mata ada solusinya. Oleh karena itu, melalui Kadin kita gaungkan secara maksimal karena kalau nggak ya kita tidak akan bisa melewati tahapan yang berat lainnya,” jelas Ketua Kadin Solo, Ferry Septha Indrianto, Kamis (4/7/2024).

Ada Peta Roadmap Aglomerasi Solo Raya

Jika aglomerasi ini terwujud, konsep peta roadmap yang akan diterapkan adalah mendorong investasi melalui pemusatan kegiatan ekonomi di wilayah Solo Raya, yang meliputi Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Ferry Septha Indrianto mengatakan aglomerasi ini akan berdampak besar untuk ekonomi di Solo Raya. Mininal terkait lapangan pekerjaan yang bertambah serta nilai ekonomi uang masuk ke daerah juga meningkat termasuk investasi. Hal ini akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Apa yang dilontarkan Ferry terkait aglomerasi Solo Raya tersebut, juga dikuatkan dengan kajian ilmiah yang dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Hasil kajian dari tim UNS ini akan mendetailkan potensi ekonomi apa saja yang bisa digarap dan dikembangkan kedepannya.

“Kalau saya lihat, yang akan bisa digali ini akan lebih besar dampak dan efeknya apabila secara Soloraya sudah satu kesamaan visi, terus dinarasikan dalam program program Soloraya,” ucap Ferry Septha Indrianto.

“Nanti kedepan semua harus bareng-bareng. Kita harus punya peta, kalau saya di kadin kita sedang menyiapkan itu. Peta menuju aglomerasi Soloraya, sehingga secara kerjasama B to B nya jelas terus nanti mau menyasar apa dulu, terus sebaiknya poin apa dulu kita mau ambil, supaya tadi ada efisiensi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” terangnya.

Masih Terhambat Ego Sektoral

Meski banyak potensi yang dimiliki, Fery tak menepis bahwa potensi itu terhenti dan belum dioptimalkan karena terhalang batas wilayah. Kebanyakan terhenti karena faktor egosektoral. Oleh karenanya, pihaknya terus berupaya untuk menyakinkan para stakeholder untuk melihat peluang bagus dengan adanya aglomerasi Solo Raya tersebut.

Ferry Septha Indrianto mengajak sejumlah pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya aglomerasi bagi pertumbuhan wilayah Solo Raya tersebut. Upaya terhadap aglomerasi Solo Raya ini dinilai akan mendatangkan banyak hal positif. Ia mengatakan saat ini adalah waktu dan momen yang tepat bagi Solo dan sekitarnya berkembang dengan menjadikan aglomerasi sebagai kunci.

Ferry juga optimistis Solo memiliki momentum yang tepat untuk berkembang dengan menjadikan aglomerasi Solo Raya sebagai kunci. Kajian akademis ini menjadi langkah awal yang krusial dalam mewujudkan mimpi aglomerasi Solo Raya. Dengan sinergi dan kolaborasi antar daerah, Solo Raya siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah dan gemilang.

“Ketika sudah mutual understanding, kesamaan visi dan pemahaman bersama saya pikir akan mudah merumuskan bagaimana, siapa mendapatkan peran apa dan siapa mendapatkan bagian apa. Dan saya pikir akan menguntungkan bagi Solo Raya kedepannya,” tandasnya.