bernasnews — Pilkada 2024 serentak baru akan digelar bulan November mendatang, atau bisa dikatakan tinggal dalam hitungan berkisar 4 bulanan. Meskipun demikian baliho para bakal calon (balon) bupati maupun walikota, baik yang berukuran mini atau jumbo telah banyak menghiasi di sudut-sudut kota.
Menariknya dari sekian baliho para balon bupati dan walikota ini, dari sekian baliho yang terpasang masih dalam upaya untuk memperkenalkan diri, belum ada yang menampilkan program yang terkait permasalahan sampah, meskipun di antara para balon ada yang berstatus sebagai incumbent.
Isu masalah sampah atau Jogja darurat sampah tentu akan menjadikan isu yang menarik nan seksi, selain juga permasalahan sosial lainnya dalam perhelatan Pilkada 2024 serentak. Wakil Ketua Kadin DIY Wawan Harmawan, yang juga akan maju sebagai bakal calon (balon) Walikota Yogyakarta tidak menafikan masalah sampah ini akan menjadi bahasan yang hangat bagi peserta kontestansi.
Menurut Wawan Harmawan, penanganan sampah di Kota Yogyakarta sepenuhnya tidak bisa diatasi hanya mengandalkan kemampuan pemerintah, dengan bersumber anggaran biaya dari APBD. Buktinya, sampai saat ini masalah sampah belum bisa diatasi bahkan etalase Jogja sebagai kota pariwisata malah dipenuhi sampah.
“Penanganan masalah sampah di Kota Yogyakarta harus melibatkan pihak ke tiga. Banyak pengusaha yang mau menangani atau mengelola sampah di Kota Yogyakarta. Namun, selama ini mereka tidak pernah dilibatkan. Sehingga masalah sampah di Jogja sampai saat belum ditangani dengan baik bahkan belum bisa diatasi,” kata Wawan Harwawan, kepada wartawan di Alra Corner, Jalan Surami, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, pada hari Jumat, 27 Juni 2024.
Sebagai Wakil Ketua Kadin DIY, Wawan Harmawan mengungkapkan, bahwa banyak pengusaha yang berminat menangani masalah sampah di Kota Yogyakarta. Tidak hanya pengusaha yang ada di Jogja tapi juga pengusaha yang ada di Jakarta yang berasal dari Jogja.
“Mereka sebenarnya tetap peduli dengan daerah asalnya, termasuk ingin mengatasi masalah sampah. Saya akan berusaha merangkul dan melibatkan mereka nanti apabila diberi amanah masyarakat menjadi Walikota Yogyakarta,” terang Wawan Harmawan, pada saat persiapan acara “Mimbar Jogja #01” yang digelar oleh Komunitas “Muda Menyala”, di Alra Corner.
Wawan Harmawan sebagai pengusaha mengaku sangat prihatin melihat tumpukan sampah ada di mana-mana di Kota Yogyakarta. Menurutnya, sebagai kota pariwisata, kota pendidikan dan kota budaya Kota Yogyakarta harus bersih, asri dan nyaman. Karena itu, penanganan masalah sampah akan menjadi salah satu program utama jika nanti dipercaya masyarakat menjadi Walikota Yogyakarta.
Selain sampah, imbuh Wawan, juga menggiatkan UMKM secara komprenhensif. UMKM tidak sekadar diajari bikin produk yang akan menimbulkan persoalan baru, siapa yang akan beli? “Jawabnya adalah Kota Yogyakarta menjadi kota pusat perdagangan untuk menampung produk-produk UMKM itu,” ujar dia.
Lanjut Wawan Harmawan mengatakan, Kota Jogja itu seperti Singapura dimana sebagai pusat perdagangan sebab resource materialnya sudah nggak ada, semua berasal dari kabupaten sekitar bahkan juga dari luar DIY.
“Apabila dipercaya, diamanahi sebagai Walikota maka akan membentuk BUMD guna penanganan sampah. Juga dalam memasarkan produk-produk UMKM. Salah satu caranya, akan ngaruhke atau njawil para diaspora yang berada di luar negeri agar membantu sehingga target PAD (penghasilan asli daerah) yang dicanangkan tercapai,” pungkasnya. (ted)












