bernasnews — Kasus uang palsu kembali marak beredar. Kali ini ditemukan oleh salah satu pelaku UMKM yang sedang mengikuti event Mandala Krida Expo di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.
Pelaku UMKM di Yogyakarta ini curhat melalui akun media sosial X @Merapi_Uncover. Saat berpartisipasi dalam event tersebut, Vibi justru alami kerugian lantaran dibayar oleh pembeli yg aja orang yg ga ada hati, ngasih uang palsu ke kami senilai 50 ribu,” tulis keterangan akun X @merapi_uncover, dikutip Kamis (27/6/2024).
Banyaknya pembeli saat itu membuat dirinya kurang waspada untuk mengecek uang yang diterima. Ia tak merinci berapa kerugian yang di alaminya pasalnya masih memberikan kembalian kepada pembeli itu.
“Kami tentunya kasih kembalian, krn dari awal gaada orang yg belanja senilai 50 rb. Kami jualan untuk cari uang demi kebutuhan hidup, agak sedih aja rasanya diginiin orang. Tp tenang aja uangnya gaakan tak kasihkan orang lain, tak musnahin aja. Hati hati untuk para pedagang, tolong lebih teliti lagi agar tidak terjadi hal yang serupa seperti yang saya alami,” cerita dia.
Unggahan Vibi itu pun menuai komentar publik. Banyak yang menyayangkan perilaku sang pembeli yang memanfaatkan keadaan itu untuk mengedarkan uang palsu. Bahkan tak sedikit pula yang ikut bercerita bahwa pernah mengalami kejadian serupa.
“Ini Kalau orang jualan ramai manalah sempat ceki ceki ya Allah orang orang ko jahat jahat bgt sekarang ya,” tulis seorang warganet.
“Akhir2 ini marak uang palsu e. Aku kerja di trotoar gsp ugm, dapat keluhan dri sesama penjual disana krna dpet uang palsu. Uangnya 20rb. Bahkan ada yg smpe totalnya 140rb uang palsunya. Ya Allah, di keadaan yg lgi krisis cari uang susah, adaaa aja orang yg jahat ginii,” tulis warganet lainnya.
“Selasa kemaren dapet uang palsu juga dari susuk e suatu bakul makanan di jakal. Taunya kalo ga asli karena ditolak sama kasir indomaret dan dikasih tau kalo uangnya palsu. Ati ati guysss,” timpal warganet lainnya.
Bank Indonesia DIY sendiri sebelumnya terus mengajak masyarakat waspada terhadap modus peredaran palsu tersebut. Kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah pun masih terus digaungkan sebagai upaya agar masyarakat dapat mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah. (lan)











