bernasnews — Sebagai negara tropis Indonesia termasuk kaya akan flora dan fauna, untuk flora sendiri diibaratkan tongkat dan batu pun jadi tanaman saking suburnya tanah. Bahkan tetumbuhan liar pun banyak dan dengan mudah tumbuh subur di sekitar kita, dimana hanya diberantas karena mengurangi keindahan pemandangan.
Seperti halnya Meniran (Phyllanthus Niruri L) salah satu tumbuhan liar yang sering diberantas. Tanaman ini banyak tumbuh subur di kawasan yang lembab seperti hutan, ladang, kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah. Tanaman Meniran sering diabaikan orang padahal tanaman ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, khususnya pada bagian daunnya.
Keberadaan khasiat daun Meniran ini telah menjadi perhatian dari sekolompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang terdiri dari Meisya Andin Batavia, Aditya Bayu Wirawan dan Evania Zahra Fredlina Anindya dari prodi Manajemen serta Anita Ayu Saputri dan Friska Septiana Tripuka dari Program Pendidikan (prodi) Kimia.
Mereka telah berhasil mengubah daun Meniran menjadi deodoran spray atau obat penghilang bau badan. Menurut Meisya Andin Batavia bagian daun meniran memiliki kandungan antibakteri paling banyak dibanding bagian tanaman lainnya. Kandungan senyawa yang dimiliki oleh meniran antara lain saponin, tannin, triterpenoid, alkaloid, dan flavonoid.
“Kandungan yang terkandung dalam ekstrak daun meniran dapat dijadikan sebagai penghambat bakteri Staphylococcus Aureus. Bakteri tersebut merupakan salah satu bakteri yang dapat bereaksi dengan keringat dan menyebabkan bau badan,” kata Meisya, dalam keterangan yang dikirim oleh Humas UNY.
Sementara itu, Aditya Bayu Wirawan mengungkapkan, bahwa bau badan merupakan masalah yang sering dialami oleh banyak orang hhususnya bagi orang yang memiliki tingkat aktivitas tinggi serta selalu berkegiatan di luar ruangan. Menurutnya, masalah bau badan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan dalam aktivitas saja, tetapi dapat mengganggu tingkat kepercayaan diri seseorang.
“Oleh karenanya kami buat produk deodoran spray herbal yang membunuh bakteri penyebab bau badan serta memberikan aroma wangi pada ketiak yang dinamai Meneera. Produk ini menggunakan kemasan berbentuk botol berukuran 50 mili liter agar memudahkan konsumen membawa produk bepergian,’ beber Aditya.
“Deodoran spray Meneera memiliki keunggulan lebih cepat menyerap, menjaga kelembaban kulit ketiak dengan penggunaan secara rutin serta wewangian yang menyegarkan kulit,” ujarnya setengah berpromosi.
Karya ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang PKMK tahun 2024.
Cara pembuatan atau proses mengolah daun Meniran menjadi deodorant spray sebagai penghilang bau badan dipaparkan oleh Anita Ayu Saputri sebagai berikut, alat yang dipergunakan diantaranya baskom, blender, ayakan, oven, timbangan digital, pengaduk, evaporator, pH meter, gelas ukur tabung, gelas ukur besar, dan erlenmeyer.
Adapun bahan yang digunakan adalah daun Meniran, aquadest, etanol 96%, pewangi, gliserin, dan propilen glikol. Proses pembuatannya terbagi menjadi dua tahap yaitu pembuatan ekstrak daun Meniran dan pembuatan deodoran.
“Pembuatan ekstrak daun Meniran, pertama kali daun dicuci dengan air lalu dikeringkan menggunakan oven. Setelah dikeringkan, daun Meniran diblender tanpa menggunakan air sampai halus menjadi serbuk simplisia,” terang Anita.
Serbuk simplisia yang diperoleh kemudian diayak dengan mesh no. 40 lalu diekstraksi menggunakan metode maserasi dan remaserasi selama 5 hari dengan pelarut etanol 96%. Filtrat yang diperoleh kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 50 derajat Celcius hingga diperoleh ekstrak kental kemudian dihitung hasil rendemen ekstraknya.
Sedangkan pembuatan deodorant spray, larutkan ekstrak daun meniran dengan aquades. Tambahkan propilen glikol dan aduk perlahan hingga homogen. Lalu tambahkan ditambahkan sedikit demi sedikit gliserin dan diaduk hingga homogen. Tambahkan pewangi lalu diaduk hingga homogen. Selanjutnya semua bahan yang sudah dimasukan dan sudah diaduk secara homogen dimasukkan ke dalam botol spray yang sudah disterilkan.
Selanjutnya semua bahan yang sudah dimasukan dan sudah diaduk secara homogen dimasukkan ke dalam botol spray yang sudah disterilkan. Produk yang terbentuk berupa larutan deodoran dimasukkan dalam kemasan botol plastik semprot berukuran 50 mili liter dengan presisi untuk memastikan ketepatan jumlah.
“Botol yang digunakan telah disterilisasi dengan air panas sebelum diisikan formula deodoran. Botol kemudian ditutup dengan penutup yang rapat untuk menghindari kontaminasi. Proses pengemasan dilakukan dengan menerapkan standar higienitas dengan penggunaan alat pelindung diri yang bebas kontaminan,” ujar Anita. (ted)












