bernasnews – DPD Partai Golongan Karya (Golkar) DIY telah merilis soal hasil survei calon kepala daerah yang bakal diusung pada Pilkada 2024 mendatang dari masing-masing DPD partai Kabupaten/ Kota di DIY.
Sebelumnya, Golkar memang sudah menggandeng lembaga khusus untuk melakukan survei terhadap calon kepala daerah yang telah mendaftar pada tahap penjaringan. Lembaga itu akan melihat sejauh mana nama-nama yang mendaftar tersebut dikenal oleh masyarakat luas.
Di awali dari Kota Yogyakarta, Ketua DPD Golkar Kota Jogja Agus Mulyono menyebut ada tiga nama yang terdaftar yakni Afnan Hadikusumo dengan hasil elektabilitas 27,1 persen, Heru Purwadi sebesar 20,6 persen dan Singgih Raharjo 7,5 persen. Sementara dua nama lainnya yakni Arianto dan Agus Mulyono telah mengundurkan diri.
“Ada perbedaan tipis antara Pak Heru Purwadi dan Pak Afnan Hadikusumo dalam hal ini kedua kandidat tersebut adalah kandidat yang sama kuat dan bersaing,” ujar Ketua DPD Golkar Kota Jogja Agus Mulyono, Sabtu (7/6/2024).
Ketua DPD Golkar Kabupaten Sleman, Janu Isnadi ikut menjelaskan ada tiga nama yang mendaftar di antaranya Harda Kismaya mendapatkan persentase sebesar 5,2 persen, Reno Candra Sangaji 1,6 persen dan Nurcholis Suharman 0,2 persen.
“Data ini didapatkan usai melakukan survei dimana responden 44,5 persen yang sudah mantap dengan pilihan Calon Kepala Daerah yang akan diusung, 42,6 persen belum mantap dan 13,9 persen lainnya belum menentukan pilihannya,” jelas Janu.
Untuk Kabupaten Bantul, dalam pernyataan terbuka terkait pilihan calon Bupati Bantul didapati Abdul Halim muslim mendapatkan persentase sebesar 18,9 persen, Agus Santoso 0,5 persen, Amin Purnomo 0,5 persen, Muhammad Ali Yusuf Rasyid 0,2 persen.
Dari angka popularitas masih diduduki oleh Abdul Halim muslim di posisi pertama sebesar 75,2 persen, kemudian Untoro Hariadi 8,6 persen, Agus Santoso 4,1 persen, Amin Purnomo 3,4 persen, Muhammad Ali Yusuf Rasyid 3,2 persen dan Mujiat 3,2 persen.
Begitupula dengan Kabupaten Kulon Progo. Meski tak menyebutkan secara detail, hasil survei yang dilakukan menunjukkan pada posisi popularitas dan elektabilitas calon kepala daerah Lilik Syaiful Ahmad masih menjadi yang tertinggi kemudian disusul oleh Navida Kartika Hadi, Ahmad Basuki dan Marija.
Ketua DPD Golkar Kabupaten Kulon Progo, Lilik Syaiful Ahmad mengatakan hasil survei ini tidak menutup kemungkinan akan adanya tokoh-tokoh baru yang muncul di masyarakat dan Partai Golkar tetap akan mendukung.
“Pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya tertinggi adalah pemilihnya Ahmad Basuki disusul Lilik Syaiful Ahmad, Novida Kartika Hadi Sapardoyono dan Marija. Rendahnya persentase responden yang sudah menentukan pilihan disebabkan karena belum mengenal sosok calon kepala daerah yang akan dipilih sebesar 58,1% belum memiliki informasi yang cukup tentang program kerja atau janji calon kepala daerah 30% dan selebihnya karena kecewa dengan kinerja kepala daerah sebelumnya,” ungkap Lilik.
Sementara Ketua DPD Golkar Kabupaten Gunung Kidul, Heri Nugroho mengatakan cukup banyak nama-nama yang mendaftar ke pihaknya seperti H. Sunaryanta, Hari Susanto, Muhammad Arif Darmawan Anggi Tyas Pramudita, Heri Nugroho, Supriyadi, Dadang Iskandar, Sugiyartono, Mahmud Ardi Widanto, Kurnia Fahmi dan Anti Kumala Sari. Namun, hasil survei responden itu masih menempatkan H. Sunaryanta sebagai posisi yang tertinggi.
“Popularitas kandidat ini mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kinerja masa lalu, visi misi yang menarik atau kampanye yang efektif,” imbuhnya.
Meski begitu, Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman menuturkan hasil survei itu menjadi salah satu alternatif partai dalam mengusung calon bupati dan walikota mendatang. Akan ada tahapan tahapan selanjutnya untuk memilih siapa jagoan terbaik yang akan membawa partai Golkar pada kemenangan di Pilkada 2024 mendatang.
“Masih perlu penjajakan penjajakan termasuk dari partai lainnya ini penting. Bagaimana Gunungkidul tetap menang, Bantul menang, Kota juga menang. Begitupula dengan Kulon Progo dan Sleman. Kalau dalam bahasa politiknya bicara dengan siapa dan bagaimana, monggo,” kata Gandung.
“Saya berharap jago-jago kita harus diberi peluang, jago-jago kita harus diberi langkah-langkah yang positif untuk mengemban kejayaannya. Ini penting untuk kita, jangan sampai kita justru memberikan suatu dinamika yang tidak baik untuk jago kita,” pungkasnya. (lan












