bernasnews – Dalam rangka merayakan Hari Clubfoot Sedunia, Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYKKUM) dengan dukungan Seeyou Fondation Netherland menyelenggarakan Ngabuburit bareng Gantari yang dilakukan secara hybrid di PRYAKKUM, Minggu (2/6/2024).
Perayaan ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di berbagai kota sekaligus bagian dari kampanye global RunFree2030 sekaligus menjadi ceremony peresmian Kelompok Bermain (KB) Inklusif Gantari yang dihadiri oleh Pemerintah Kalurahan setempat dan sekitar 80 orang tua anak usia 2-5 tahun serta juga masyarakat umum.
Project Manager Penanganan Clubfoot Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Silvia Laurent mengatakan, selain dokter orthopedi dan tim medis, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan penanganan clubfoot.
Mengusung tajuk ‘Walk, Play, and Run Free’, Pusat PRYAKKUM ingin meningkatkan kesadaran dan membangun komunitas dukungan (family support group).
“Peringatan Hari Clubfoot Sedunia ini tidak hanya diperingati di Yogyakarta saja, tetapi juga diperingati di seluruh dunia. Acara hari ini dihadiri oleh 54 peserta yang mengikuti kegiatan secara luring dan daring dari berbagai wilayah di Indonesia,” katanya di Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta, Minggu (2/6/2024).
Pihaknya berupaya memberikan edukasi masyarakat pendidikan inklusi, tahap perkembangan anak, stimulasi dan pengasuhan anak usia dini melalui penyelenggaraan Talkshow berjudul “Inklusif, Menyinari, Menginspirasi” dengan menghadirkan Dokter Spesialis Anak, Psikolog Anak, Akademisi Sekolah Inklusif dan testimoni dari Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus.
Kata dia, Hari Alat Bantu Sedunia pada 4 Juni nanti, menjadi momen mengingatkan betapa alat bantu telah sangat membantu proses pemulihan clubfoot. Orang tua diharapkan terus semangat dan konsisten menggunakan alat bantu secara konsisten untuk menghindari relapse atau kekambuhan clubfoot.
“Komunitas Miracle Circle yang ada saat ini diharapkan menjadi wadah bagi para orang tua dari anak dengan clubfoot atau CTEV untuk bisa saling berbagi, mendukung dan menguatkan satu sama lain,” terangnya.
Kepala Bagian HRD PRYAKKUM, Isti Lanjari menyebutkan, sejak tahun 2021, PRYAKKUM mulai membuka KB Inklusif Gantari dengan dukungan SeeYou Foundation. Sekolah ini didirikan dengan tujuan untuk bisa mendidik anak-anak agar dapat mengenal inklusivitas sejak dini. Mengenalkan anak sejak dini terkait pendidikan inklusi, bagaimana cara berbagi, menolong, dan melihat perbedaan sejak dini.
“Pesan saya terhadap pada orang tua, jangan takut untuk menyekolahkan anaknya di sekolah inklusif karena disabilitas tidak menular,” kata Isti.
Sementara Tim Infokom Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRYAKKUM), Anditya Restu Aji menambahkan, clubfoot atau kaki pengkor yang dalam bahasa medis disebut dengan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV)/Clubfoot, merupakan kelainan bawaan pada telapak kaki anak dimana salah satu kaki atau kedua kaki memutar ke arah dalam atau ke bawah.
Hal ini disebabkan karena adanya kekakuan otot dan kondisi tendon Achilles yang pendek. Dalam hal ini Pusat Rehabilitasi YAKKUM yang merupakan mitra dari MiracleFeet di Indonesia untuk memberikan perawatan clubfoot/CTEV yang berkualitas dan terintegrasi. Salah satu program dari kemitraan tersebut adalah mendorong layanan terpadu untuk clubfoot/CTEV, penguatan metode Ponseti (non-bedah) dan penyediaan alat bantu sepatu koreksi/brace secara gratis untuk
Dijelaskan Anditya, menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak dengan kondisi kaki pengkor (clubfoot/CTEV) di Indonesia.
“Piloting program ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Rumah Sakit YAKKUM di 3 Provinsi, antara lain di Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Lampung. PR YAKKUM yang didukung oleh MiracleFeet sudah membantu 182 anak dengan clubfoot untuk menjalani terapi dan pemulihan, ” pungkasnya. (lan)











