bernasnews — Dalam rangka menyambut libur sekolah pada bulan Mei – Juni 2024, Pondok Gajah Hotel, Pool, Resto berpartisipasi dengan meningkatkan layanan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Jogja.
Salah satunya peningkatan layanan kepada pengunjung hotel yaitu dengan mengeluarkan Privilege Card, berupa kartu member bagi pengunjung keluarga yang akan meninap di Pondok Gajah Hotel, Pool, Resto untuk tujuan berwisata ataupun urusan bisnis dengan memberikan potongan harga jika menggunakan kartu tersebut.
Hal itu dikemukakan oleh Hanung Bagus Kalok selaku Head Marketing dan Sales Pondok Gajah Hotel Yogyakarta kepada bernasnews, di ruang kerjanya, Jalan Ringroad Selatan, Gonjen, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY, Jumat (24/5/2024).
“Keuntungan memiliki Privilege Card berupa potongan harga yang diantaranya, Diskon 10persen personal room & villa, namun saat high sssion tetap dapat diskon sebesar 5persen. Diskon 5persen untuk makan di resto setempat. Kalau hanya untuk berenang di kolam renang hotel mendapatkan diskon 30persen,” ujar Hanung.
Saat disinggung adanya kebijakan larangan studytour bagi pelajar lantaran adanya beberapa kejadian lakalantas, Hanung mengungkapkan, bahwa giat studytour merupakan tradisi dari murid sekolah untuk melakukan wisata adalah baik dan positif.
Menurut Hanung, tinggal perlu diperketat persyaratan untuk armada bis guna layanan wisata andalan yang benar-benar laik jalan, khususnya terkait medan perjalanan menuju destinasi wisata. “Kita tahu Jogja medan atau jalan menuju obyek wisata rata-rata sudah bagus dan lebar. Juga menjadi sarana penunjang seperti jalan layak sehingga tidak perlu khawatir ketika berwisata ke Jogja,” kata dia.
“Pemda atau dinas terkait harusnya jangan gegabah untuk langsung melarang studytour, dipetakan permasalahannya di mana itu yang harus dibenahi. Ibarat jangan ketika ada tikus di lumbung justru lumbungnya yang di bakar,” harap Hanung, yang juga aktifis sosial ini.
Lanjut Hanung menjelaskan, Yogyakarta menjadi favorit dan tujuan utama para wisatawan lokal Nusantara sehingga jika ada kebijakan yang membatasi atau bahkan melarang akan merugikan para pelaku pariwisata yang ada di Yogyakarta yang tentunya juga berdampak pada kurangnya PAD (Pendapatan Asli Daerah).
“Pasalnya para wisatawan pelajar bukan hanya mengunjungi obyek wisata alam tetapi juga wisata edukasi dan study banding ke sekolah-sekolah berprestasi yang ada di Yogyakarta. Sehingga manfaatnya pun sangat besar bagi pelajar dan sekolah yang berkunjung ke Yogyakarta, yang terkenal sebagai kota pelajar dan pendidikan,” pungkas Hanung. (ted)











