Outing Class: Memperluas Wawasan dan Pengetahuan Siswa SD Marsudirini St. Theresia Boro

Peserta Outing Class SD Marsudirini St. Theresia Boro, yang terdiri dari kelas 4, 5, dan 6 foto bersama di di halaman Candi Prambanan. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Kegiatan belajar tidak selalu harus dilaksanakan dalam ruang kelas maupun hanya dalam lingkup lingkungan sekolah saja. Kegiatan belajar bisa dilakukan di luar sekolah, salah satunya dengan mengadakan kegiatan outing class.

Outing Class ini merupakan metode yang paling efektif dan efisien dalam menyampaikan pembelajaran yang bukan didasarkan dari teori saja tapi juga pembuktian di lapangan secara langsung.

Setelah sukses dengan penyelenggaraan outing class seminggu sebelumnya, SD Marsudirini St. Theresia Boro kembali menggelar acara outing class, kali keduanya kegiatan ini dengan tujuan Gua Maria Sriningsih, Candi Prambanan, dan Waterpark Galuh Tirtonirmolo, Sabtu (27/4/2024).

Kegaiatan outing class yang kali kedua ini diikuti oleh 73 peserta didik, yang terdiri dari kelas 4, 5, dan 6. Mereka didampingin oleh guru, karyawan serta panitia yang berasal dari perwakilan orang tua. Berangkat bersama-sama dari halaman sekolah setempat, Boro, Banjarasri, Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

“Metode pengajaran outing class memberikan manfaat diantaranya, menambah pengetahuan dan kecintaan peserta didik terhadap lingkungan sekitar, mengurangi kejenuhan dalam belajar, merangsang kreativitas, meningkatkan motivasi belajar, dan sebagainya,” papar Maria Madalena Ratri Retnowati, Guru SD SD Marsudirini St. Theresia Boro, dalam keterangan yang dikirim ke bernasnews, Selasa (30/4/2024).

Tempat pertama yang dituju adalah Gua Maria Sriningsih yang berada di Kapanewon Prambanan Kabupaten Sleman. Sesampainya di Gua Maria Sriningsih peserta outing class mengadakan jalan salib untuk mengenang kisah sengsara Tuhan Yesus.

Menurut MM Ratri Retnowati, tujuan dari diadakan jalan salib ini yaitu menjadi salah satu sarana untuk merenungkan  akan peristiwa penebusan dosa manusia oleh Tuhan Yesus serta supaya anak – anak bisa menyadari cinta kasih Tuhan pada dirinya. “Setelah mengadakan jalan salib, peserta outing class diberi waktu khusus untuk berdoa secara pribadi dan diakhiri dengan foto bersama di tempat ziarah,”ucap MM Ratri Retnowati.

Suasana outing class SD Marsudirini St. Theresia Boro di Gua Maria Sriningsih. (Foto: Istimewa)

Seusai acara giat keagamaan, outing class dilanjutkan mengunjungi ke Candi Prambanan tujuan pembelajaran berikutnya. “Dipilihnya Candi Prambanan sebagai tempat pembelajaran karena memiliki beberapa tujuan diantaranya edukasi budaya, pembelajaran sejarah, pengalaman wisata serta pengembangan keterampilan sosial,” imbuh Th. Ika Ayu Linggar Ningtyas selaku Kepala Sekolah.

Sesampainya di Candi Prambanan peserta didik dibagi menjadi dua kelompok dengan didampingi oleh tour guide, untuk mengelilingi kompleks dan memasuki candi dengan diberi penjelasan mengenai sejarah dari Candi Prambanan.

Peserta didik sangat antusias dengan kegiatan ini, mereka sangat senang mendengarkan penjelasan dari tour guide bahkan jika ada penjelasan yang kurang dimengerti pun mereka akan bertanya.

“ Anak – anak sangat kagum dengan kemegahan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, apalagi mereka juga mendapat pengetahuan baru mengenai sejarahnya. Juga dapat melihat secara langsung bahkan juga naik dan masuk ke dalam candi, dan itu merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” beber MM Ratri Retnowati.

“Seusai melakukan pembelajaran di Candi Prambanan, perjalanan outing class diakhiri dengan bermain air dan berenang di Waterpark Galuh Tirtonirmolo yang lokasinya tidak jauh dari kompleks Candi Prambanan,” pungkasnya. (*/ zbd)