bernasnews – Menyambut arus mudik Lebaran 2024, PT KAI Daop 6 Yogyakarta ikut menyiagakan 695 pasukan gabungan keamanan dan ketertiban (kamtib) yang terdiri atas 140 Polsuska, 495 security, serta 60 unsur TNI/Polri selama masa Angkutan Lebaran 2024.
Kepala Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo mengatakan, dengan dimulainya apel gelar pasukan maka berlaku juga posko angkutan Lebaran per hari ini (5/4) hingga 16 April.
Apel gelar pasukan ini untuk memastikan operasional perjalanan kereta api aman serta pelayanan kepada pelanggan berjalan optimal.
“Daop 6 siap memberikan layanan kepada pemudik yang berlebaran di Jogja dengan menyiapkan keselamatan dan pelayanan,” ujar Kepala Daop 6 Yogyakarra, Bambang Respationo, Sabtu (6/4/2024).
Kata dia, posko akan dimulai sejak 5 April hingga 16 April 2024 mendatang. Saat ini, berbagai kesiapan Daop 6 berupa sumber daya manusia (SDM), prasarana dan sarana juga terus digulirkan.
Selain itu, Daop 6 juga menyiapkan segala sumber daya untuk melayani pelanggan secara maksimal seperti penambahan petugas frontliner seperti kondektur, prama dan prami serta customer service.
“Dengan semangat melayani, seluruh insan KAI akan memaksimalkan kenyamanan pelanggan dan berkomitmen bahwa keselamatan merupakan fokus utama selama periode Lebaran,” kata Bambang.
“Untuk aspek SDM, seluruh petugas operasional seperti masinis dan asisten masinis siap mematuhi ‘SOP’. Para petugas frontliner seperti kondektur, prama/prami, dan customer service dipastikan melayani pelanggan dengan sepenuh hati,” sambung dia.
Bambang menyebutkan, pengecekan secara berkala terhadap daerah pantauan khusus, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keandalan dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat serta meningkatkan penjagaan di perlintasan liar dengan berkoordinasi aktif serta mengoptimalkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sekitar.
“Dari sisi fasilitas, mempersiapkan dengan optimal mulai dari memasuki area stasiun, di atas kereta, hingga keluar area stasiun tujuan. Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, serta kereta terus dijaga untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan,” imbuhnya.
Adapun titik-titik daerah pantauan khusus Daop 6, disebutkan Krisbiyantoro, sebanyak tiga titik yaitu Km 75+1/9 antara Stasiun Goprak-Sumberlawang yang merupakan daerah pemantauan amblesan atau tanah labil. Berikutnya, Km 77+9 s.d 78+5 antara Goprak-Sumberlawang yang merupakan daerah pemantauan longsor. Terakhir adalah Km 93+5/8 antara Salem-Kalioso yang merupakan daerah pemantauan banjir.
“Di tiga titik lokasi tersebut, Daop 6 melakukan pemantauan yang rutin dan ketat serta menyiagakan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) yang digunakan untuk tindakan cepat ketika terjadi gangguan,” pungkasnya. (lan)












