News  

Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan, DPKP DIY dan FOI Gelar Ramadhan Ceria Pangan 2024

Kepala Bidang Ketahan Pangan DPKP DIY R. Bambang Dwi Witjaksono, S.P., M.E. secara simbolis menyerahkan bingkisan pada seorang jamaah Masjid Wirarajati Suryoputran, dalam kegiatan “Ramadhan Ceria Pangan Tahun 2024”. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

bernasnews — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) Yogyakarta dan didukung Superindo berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan “Ramadhan Ceria Pangan Tahun 2024”.

Kegiatan dalam rangka Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan dan Pembagian Donasi Pangan, adalah kali pertama diselenggarakan, bertempat di Masjid Wiwarajati, Jalan Suryoputan, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, Rabu (27/3/2024) seusai salat Ashar.

Hadir dalam acara tersebut Perwakilan dari Dinas Sosial DIY, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKKP) DIY, FOI Pusat, Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, DPKP Kabupaten/ Kota se-DIY, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP, Lurah Kelurahan Panembahan, Pimpinan Superindo Yogyakarta.

Juga hadir Relawan FOI Yogyakarta, Tim Kerja Pemberdayaan Daerah Rawan Pangan Bidang Ketahanan Pangan DPKP DIY, Ketua Takmir Masjid Wiwarajati Suryoputran beserta Jajaran Pengurus, dan puluhan jamaah masjid setempat.

Mewakili Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP selaku pengampu wilayah menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh DPKP DIY bersinergi dengan FOI dan Superindo.

“Kami mengapresiasi atas kegiatan pertama kali oleh DPKP DIY yang bertempat di wilayah Kelurahan Panembahan. Keterkaitan dengan persoalan pangan terutama yang terdapat dalam program-program ketahanan pangan di wilayah kami penuh dengan syarat kepariwisataan,” ucap dia.

“Ketahanan pangan selalu mencermati kwalitas produk lantaran wilayahnya berdekatan dengan keberadaan Kraton. Juga peran dari warga masyarakat diharapkan untuk bisa ikut mengelola dimana program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah seperti saat ini,” lanjut Murti Buntoro.

Sementara, Kepala Bidang Ketahan Pangan DPKP DIY R. Bambang Dwi Witjaksono, S.P., M.E., mewakili Kepala Dinas dalam sambutannya mengemukakan, bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi Gerakan Selamatkan Pangan ini karena di Indonesia terjadi pemborosan/ kemubaziran pangan atau pangan yang terbuang.

Menurut Bambang, bahwa pangan yang terbuang berkisar 180 kilogram perkapita pertahunnya. Kira-kira untuk perharinya lebih dari setengah kilogram. Apabila dinilai dengan uang Rp 200 – 500 Trilyun hasil dari survai perhitungan oleh BAPPENAS.

Usai acara pemberian bahan pangan para relawan, panita dan sebagian dari jamaah salat Ashar di Masjid Wiwarajati Suryoputran foto bersama. (Tedy Kartyadi/ bernasnews)

“Dilihat dari seluruh dunia, pemborosan pangan Indonesia menempati nomor tiga setelah negara Arab Saudi dan Amerika. Kedua negara itu merupakan negara yang kaya, sementara Indonesia ‘rada kaya’ ning boros (agak kaya tapi boros). Jadi pangan yang terbuang ini bisa untuk memberi pangan 125 juta jiwa,” beber Bambang.

“Penduduk Palestina itu berkisar 5 – 6 juta jiwa. Seandainya pemborosan pangan di Indonesia itu dapat didonasikan kepada warga Palestina, tentu negara kita ini sudah hebat. Jadi melalui sosialisasi ini kita bersinergi pihak swasta, pengusaha, perguruan tinggi, komunitas, media dan masyarakat bersama-sama mencari solusi agar tidak terjadi pemborosan pangan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wijang perwakilan dari FOI Pusat Jakarta menjelaskan, bahwa FOI adalah sebuah yayasan atau lembaga sosial yang menjembatani bagi pihak yang mempunyai bahan makanan berlebih untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“FOI bergerak melalu bermacam – macam program, yang salah satunya adalah program Mustika Rasa, melalui relawan menggerakkan dapur-dapur masyarakat yang hasilkan dibagikan pada masyarakat. Selain itu, program ini juga untuk mendorong pada ibu-ibu untuk kembali memasak,” ujar dia. (ted)