bernasnews — Barangkali tidak semua breaker paham apa arti kata ‘ROGER’ dalam setiap melakukan komunikasi memakai radio baik berupa handy talky (HT) maupun walky talky. Kata breaker sendiri merupakan sebutan khas bagi orang-orang yang memiliki hobi berkomunikasi dengan media yang disebutkan di atas dengan cara dipancarkan melalui gelombang (frekwensi) tertentu.
Dikutip dari akun facebook ‘Komunitas Pecinta Pemancar AM’, kata ROGER adalah singkatan dari Received Order Giver Expect Result, yang artinya pesan/ pembicaraan sudah diterima atau dimengerti. Penggunaan kata ROGER sudah populer sejak tahun 1943, pada saat Perand Dunia Ke-2 yang digunakan para pilot sebagai kode.
Pasalnya pada saat itu tidak semua pilot memahami bahasa Inggris dengan baik. Bahkan The Telegraph Union pada tahun 1927 sudah memutuskan memakai kata ROGER untuk pesan-pesan yang sudah diterimanya. “Jadi dalam komunikasi kita harus arif menggunakannya, jangan memakai ‘di-ROGER’ seperti yang sering terdengar saat kita berkomunikasi,” pesan Edwin Wijaya, penulis dalam akun facebook (FB) itu.
Sementara ada dua wadah organisasi komunitas breaker di Indonesia, yaitu ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia) dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Kedua organisasi ini serupa tapi tak sama. Persamaannya kedua organisasi ini sama-sama mempunyai aktivitas komunikasi dengan anggotanya menggunakan radio.
Anggota RAPI menggunakan perangkat radio untuk berkomunikasi dengan sesama anggota RAPI. Adapun anggota ORARI lebi mengutamakan komunikasi yang bersifat masalah teknis pada radio (elektronik). Dalam ORARI memiliki tingka keanggotaan pada pemakaian call sign sebagai identitas, misalnya YC untuk pemula dan YD untuk penegak. Sedangkan dala RAPI untuk panggilan dengan sebutan huruf JZ atau Juliet Zulu. (ted)












