Awas Genangan Air Hujan! Ternyata Dapat Menularkan Penyakit Leptospirosis

Tikus rumah (Rattus rattus). Foto: Tedy Kartyadi/ bernasnews.

bernasnews — Musim penghujan dengan kategori cuaca ekstrim memang perlu kewaspadaan, terutama yang terkait dengan kesehatan. Bagi orang yang kondisinya lemah atau imunitasnya rendah dalam cuaca seperti ini akan mudah membuatnya terkena sakit demam atau influenza.

Dalam giat GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) warga pun senantiasa diingatkan agar paska huja lingkungan sekitar rumah harus dicek agar tidak ada genangan air seperti kaleng-kaleng bekas, ember bekas, pot-pot tanaman bahkan talang air. Pasalnya genangan-genangan air itu sangat disukai oleh nyamuk untuk berkembang biak.

Genangan air dan lumpur akibat dari hujan juga menjadi sumber penyebaran penyakit Leptospirosis, yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang ditularkan melalui lumpur atau air yang terkontaminasi urine/ kencing tikus dan hewan pengerat lainnya yang merupakan penyebab infeksi.

Seperti dikutip dari poster yang berjudul ‘Ketahui Tentang Leptospirosis’, yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, cara penularan penyakit Leptospirosis sebagai berikut, manusia terinfeksi bakteri leptospira melalui kontak dengan air tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan terinfeksi leptospira.

Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau makanan yang terkontaminasi oleh urine (kencing) tikus/ hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi penyakit ini adalah selama 4 -19 hari.

Sementara gejala yang perlu diwaspadai diantaranya, deman tinggi menggigil, sakit kepala, nyeri otot terutama betis, nyeri punggung, mata kemerahan, dan terkadang disertai sakit kuning. Oleh karena itu marilah kita laksanakan germas hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. (ted)